Kamis 12 Desember 2019, 19:22 WIB

Demi Efisiensi, Garuda Evaluasi Rute ke Eropa

Faustinus Nua | Ekonomi
Demi Efisiensi, Garuda Evaluasi Rute ke Eropa

CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
Garuda Indonesia

 

DIREKTUR Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.  Pikri Ilham Kurniansyah mengungkapkan bahwa sesua arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, pihaknya akan meninjau ulang rute Eropa. Hal itu terkait restrukturisasi model bisnis perseroan ke depan untuk lebih efisien lagi.

"Kita sedang meninjau (rute) Eropa. Kita tidak terlalu urgent terbang ke Eropa," kata dia usai bertemu Menteri BUMN, di Jakarta (12/12).

Pikri menjelaskan telah meninjau ulang sejumlah rute penerbangan ke beberapa negara tujuan Eropa dengan alasan efisiensi perusahaan. Selain itu, persaingan maskapai di Benua Biru sangat kompetitif karena pemainnya sudah cukup banyak, serta tidak ada alasan yang cukup kuat untuk mengakomodir perjalanan ke sana.

"Kita hanya akan terbang sesuai kompetensi," kata Pikri "(Seperti) London, sudah kita suspend."

Pikri menjelaskan evaluasi tersebut akan berakhir setidaknya sampai Januari setelah libur Natal dan Tahun Baru. Bahkan tak tertutup kemungkinan evaluasi akan dilakukan setelah RUPS luar biasa yang akan digelar pada 22 Januari 2020.

Sementara itu, dia membeberkan bahwa arahan Menteri Erick agar perseroan seharusnya lebih fokus pada rute yang menguntungkan seperti penerbangan domestik. Begitu pula dengan rute regional Asia dan Midle East yang punya potensi pasar lebih menjanjikan ketimbang Eropa.

"Dari segi bisnis kita harus merestrukturisasi fokus bisnis. Kita akan memperkuat domestik kita tentu sebagai backbone (tumpuan) kita," ujarnya.

Untuk itu, ke depan pihaknya diminta untuk memperbaiki pelayanan di penerbangan domestik. Sama halnya penerbangan ke Timur Tengah juga perlu ditingkatkannya mengingat Garuda sebagai salah satu maskapai yang diandalkan untuk perjalanan haji dan umroh.

"Kepada masyarakat Indonesia dengan pesawat terbaru kita, dan kita akan fokus Midle East Asia, kemudian South Pasific Jepang, Korea Selatan," kata Pikri.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah bertemu dengan mantan dirut Garuda Ari Askhara bulan lalu. Saat itu ia meminta Ari yang masih menjabat sebagai bos Garuda Indonesia untuk mengkaji ulang bisnis model perusahaan pelat merah itu. Pasalnya, Erick menilai pasar penerbangan di dalam negeri dan Asia itu masih gemuk dan menguntungkan.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More