Kamis 12 Desember 2019, 23:20 WIB

Anies Ingin Cepat punya Wagub

Anies Ingin Cepat punya Wagub

MI/Insi Nantika Jelita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar proses pemilihan wakil gubernur DKI bisa dipercepat oleh DPRD DKI Jakarta. Hal itu mengingat DPRD sudah selesai menunaikan tugasnya untuk membahas dan mengesahkan anggaran 2020.

“Sesungguhnya nama itu sudah ada di DPRD tinggal prosesnya kapan di sidang. Nama sudah sejak Maret. Jadi prosesnya ada di DPRD, bukan lagi di partai,” kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/12).

Pembahasan untuk menentukan siapa calon wagub yang akan menggantikan Sandiaga Uno telah dimulai sejak Januari silam. PKS dan Partai Gerindra sebagai partai pengusung di Pilkada 2017 berhak mengusulkan dan telah menyetor dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu yang dipilih melalui tes kepatutan dan kelayakan di Februari.

Lalu pada Maret, kedua partai pengusung menyetor dua nama ke Anies untuk kemudian diusulkan oleh Anies ke DPRD DKI. Kedua nama tersebut pun sudah dikantungi DPRD dan dibiarkan mengendap selama sembilan bulan karena berbagai alasan seperti Pemilu serentak serta padatnya pembahasan anggaran.

“Nama sudah ada selama 9 bulan berarti tinggal diproses. Bukan lagi ada di kami,” tukasnya.

Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PAN Zita Anjani memastikan kursi calon wagub DKI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fraksi Partai Gerindra.
Namun, Zita belum mengungkapkan siapa dua calon tersebut. Bola keputusan itu berada di PKS.
Sebelumnya, calon wakil gubernur DKI diserahkan ke PKS dengan dua calonnya, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.

Namun, karena proses pemilihannya alot hingga lebih dari setahun, Gerindra menyodorkan empat nama cawagub, yaitu Dewan Penasihat Gerindra Arnes Lukman, Waketum DPP Gerindra Ferry J Juliantono, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria, dan Sekda DKI Jakarta Saefullah.

Dari enam calon itu, akan dipilih menjadi dua cawagub yang resmi. Kursi wagub DKI sudah kosong semenjak Sandiaga Uno maju dalam Pilpres 2019, yang menjadi cawapres Prabowo Subianto.

“Kami semuanya sepakat (harus dapat) wagub untuk pak Anies,” kata Zita.

Menurut Zita, pemilihan wagub akan segera dilakukan. Belakangan ini, katanya, DPRD sibuk membahas anggaran APBD DKI 2020 yang menyita waktu dan tenaga anggota Dewan. “Teman-teman wartawan lihat juga ka agenda (DPR) bener2 padat. Jangankan ngomongin wagub, pulang kerumah saja enggak kita. Insha Allah abis ketok palu (APBD) awal tahun lah (pemilihan wagub),” jelas Zita.

“Agenda besar sudah diselesaikan, yakni APBD. Habis ini kami lakukan komunikasi politik. Tentunya di pimpinan juga ada komunikasi bagaimana ini diprioritaskan dulu,” pungkasnya. (Put/Ins/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More