Kamis 12 Desember 2019, 15:29 WIB

Sabtu, Pemprov Jabar Gelar Pameran Produk Pesantren

Bayu Anggoro | Nusantara
Sabtu, Pemprov Jabar Gelar Pameran Produk Pesantren

MI/Bayu Anggoro
Kepala UPTD Diklat Perkoperasian Jabar Deni handoyo (tengah) dan Peri Risnandar (kiri) saat memaparkan gelar produk opop di Bandung

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan memamerkan berbagai produk hasil pondok pesantren kepada masyarakat, Sabtu (14/12). Gelar produk yang akan dilaksanakan di Gedung Sate, Bandung, ini merupakan rangkaian program one pesantren one product (OPOP) yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat.

Kepala UPTD Diklat Perkoperasian dan Wirausaha Jawa Barat Deni Handoyo mengatakan ajang ini untuk mempromosikan produk pesantren kepada masyarakat. Beberapa pesantren yang sudah memiliki rekam jejak usaha seperti pondok pesantren di Bandung (Al Ittifaq, Daarut Tauhid), Bogor
(Nurul Iman) dan Tasikmalaya (Al Idrisiyah) akan memamerkan produk unggulan hasil kreativitas santri mereka.

"Kita ingin informasikan kepada masyarakat bahwa pesantren-pesantren di Jawa Barat memiliki produk unggulan," kata Deni di Bandung, Kamis (12/12).

Dia menjelaskan, produk-produk yang akan dipamerkan merupakan hasil penyeleksian program OPOP. Salah satunya, Pondok Pesantren Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung.

"Unggulannya produk pertanian, perkebunan, perikanan," imbuh Deni.

Selain itu, Pondok Pesantren Al Idrisiyah memiliki produk unggulan berupa jaringan toko serba ada.

"Dia punya sembilan supermarket di Kabupaten Tasikmalaya," ujarnya.

Deni menambahkan, seluruh pesantren peserta gelar produk ini merupakan hasil penyeleksian program OPOP. Dari 1.565 pesantren yang mendaftar, terjaring 1.074 pesantren untuk mengikuti ajang tersebut.

Baca juga: Brebes Gandeng IPB Gelar Pameran Produk Kreatif

Selain mendapat kesempatan promosi, para peserta diberi berbagai fasilitas seperti pelatihan kewirausahaan, pendampingan, legalitas formal, hingga permodalan.

"Termasuk temu bisnis. Kami mempertemukan pesantren dengan pebisnis yang siap menampung produk-produk mereka," ungkapnya seraya menyebut pihaknya pun sudah mempromosikan produk binaan OPOP ke luar negeri seperti Turki.

Dengan cara-cara seperti ini, dia berharap pesantren mampu menciptakan, mengembangkan dan memasarkan produk yang dihasilkan.

"Sehingga pesantren memiliki daya saing, mandiri, dan semakin berkembang," tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Koperasi Pondok Pesantren Daarut Tauhid Peri Risnandar menyambut baik program ini. Dia berharap santri dan unsur lainnya di pondok pesantren mampu bergelut di dunia usaha.

"Santri keluar dari pesantren, jangan nganggur. Tapi bisa berusaha," kata Peri.

Sebagai pondok pesantren yang sudah lama menjalankan usaha, pihaknya memberi sejumlah masukan agar santri bisa mandiri dan berdaya saing bisnis.

"Tiga pro. Proaktif, produktif, profesional," tukasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More