Kamis 12 Desember 2019, 13:40 WIB

Guru Tidak Tetap Dapat Uang Kesejahteraan

Djoko Sardjono | Nusantara
Guru Tidak Tetap Dapat Uang Kesejahteraan

MI/Djoko Sardjono
Bupati Klaten Sri Mulyani menyerahkan program peningkatan kesejahteraan 3.097 GTT/PTT (guru tidak tetap/pegawai tidak tetap).

 

PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menyerahkan program peningkatan kesejahteraan 3.097 GTT/PTT (guru tidak tetap/pegawai tidak tetap) non-kategori II di lingkungan Dinas Pendidikan Klaten. Penyerahan program peningkatan kesejahteraan GTT/PTT non-kategori  II  Klaten  dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sri Mulyani di Gelang
Olahraga (GOR) Gelarsena, Kamis (12/12/2019).

Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Klaten Hamenang Wajar Ismoyo,  Ketua Komisi IV DPRD Edy Sasongko, Kepala Dinas Pendidikan Wardani Sugiyanto, Sekretaris BKPPD Slamet, dan seluruh GTT/PTT non-kategori II Klaten. Dari 3.097 GTT/PTT non-kategori II Klaten, sebanyak 1.313 orang dengan masa kerja 1-5 tahun, 5-10 tahun 947 orang, dan masa kerja 10 tahun ke atas 837 orang.

Adapun besaran uang kesejahteraan GTT/PTT non-kategori II dengan masa kerja 1-5 tahun Rp1,2 juta,  5-10 tahun Rp1,5 juta,  dan 10 tahun ke atas Rp1,8 juta. Total uang  kesejahteraan untuk 3.097 GTT/PTT Rp4,5 miliar yang dianggarkan dari APBD-P Klaten 2019.

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyatakan prihatin karena uang kesejahteraan yang diberikan kepada GTT/PTT non-kategori II belum sebanding dengan perjuangan dan pengorbanan para guru honorer tersebut. Namun,  Sri Mulyani menjanjikan  kesejahteraan pahlawan tanpa jasa itu akan ditingkatkan pada tahun anggaran murni dan anggaran perubahan 2020.

"Tahun depan kesejahteraan GTT/PTT non-kategori II akan ditingkatkan.  Pada APBD murni anggaran guru honorer direncanakan Rp7,8 miliar, dan APBD perubahan mudah-mudahan lebih besar dari anggaran murni," ujarnya.

baca juga: Keluarga Jangan Rongrong Komitmen Integritas Bebas Korupsi

Sementara itu, Slamet Riyadi yang mewakili GTT/PTT non-kategori II Klaten menyambut gembira penyerahan program peningkatan kesejahteraan guru honorer tersebut.

"Kami berterima kasih kepada Ibu Bupati yang telah memperhatikan nasib para guru dan tenaga honorer Klaten. Karena itu,  kami mendaulat Ibu Bupati menjadi pembina dan pengayom GTT/PTT Klaten," pungkasnya.(OL-3)
 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More