Kamis 12 Desember 2019, 13:22 WIB

Jokowi Minta Perkecil Keran Impor

Cikwan Suwandi | Ekonomi
Jokowi Minta Perkecil Keran Impor

Antara
Ilustrasi

 

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan Pemerintah Indonesia tidak akan takut dengan tekanan dari negara lain. Peningkatan dan perbaikan ekonomi negara bakal menjadi pondasi fokus pemerintah. Salah satunya melalui peningkatan ekspor.

"Kembali saya ingin menegaskan sekarang ini. Fokus kerja pemerintah sekarang ini adalah bagaimana mengurangi impor. Dan yang kedua adalah meningkatkan ekspor. Kenapa saya mau datang ke PT Isuzu ini karena ada ekspor perdana Isuzu Traga," kata Jokowi dalam sambutan melepas ekspor Perdana Isuzu Traga ke Filipina di Karawang, Kamis (12/12/2019).

Ia berharap peningkatan ekspor akan meningkat dan menyebabkan defisit negara semakin kecil. Presiden juga berharap dengan peningkatan ekspor neraca perdangan surplus.

"Jangan sampai impornya lebih banyak dibandingkan dengan ekspor," kata dia.

Dalam bidang otomotif, Jokowi menargetkan 2024 harus ada ekspor 1 juta unit. Ia meyakini peluang tersebut bisa dicapai oleh Indonesia.

"Saya tidak mau tahu. Bagaimana caranya target itu harus tercapai. Kita harus optimistis. Saat ini tadi dibilang 300 ribu, nanti 2024 harus 1 juta unit. Saya yakin peluang itu ada, jangan pesimis," katanya.

Jokowi menceritakan bertahun-tahun ekspor Indonesia sangat tergantung dengan komoditas kepala sawit, batu bara dan nikel yang masih berupa bahan mentah.

"Kelapa sawit kita ekspor tetapi masih CPO-nya (crude palm oil), batu bara bahan mentahnya dan nikel raw material. Tidak pernah kita mendapatkan nilai tambah dari ekspor-ekspor itu. Kalau otomotif sudah kita akan menginjak kepada komoditas-komoditas ini agar dalam bentuknya setengah jadi. Syukur-syukur bisa ekspor dalam barang jadi," kata dia.

Jokowi menyebutkan hal tersebut yang dinamakan hilirisasi industrialisasi dari bahan-bahan mentah yang dimiliki oleh kekayaan alam Indonesia.

"Ini sudah dimulai. Nikel sudah dimulai. Sehingga kita stop yang namanya ekspor bahan mentah nikel. Nanti digugat oleh WTO. Gak apa-apa kita hadapi, jangan kita digugat juga grogi, nggak. Karena kita ingin bahan-bahan mentah kita ini ada nilai tambahnya, kalau ada industri, manufaktu dan hilirisasi yang terjadi lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya akan terbuka lebar, larinya kan ke situ," kata dia.

Jokowi memastikan untuk kepentingan nasional, apapun yang diprotes negara lain akan pemerintah hadapi. Bahkan Jokowi mengaku telah merapatkan tantangan perang dagang tersebut.

baca juga: Pemkab Tuban Kini Memiliki Perda Migas

"Baru kemarin sore kita rapatkan ini. Siapa yang menggugat akan kita hadapi. Siapkan lawyer-lawyer yang paling baik. Sehingga kita akan memenangkan gugatan itu. Jangan digugat keok, karena kita nggak serius. Hadirkan lawyer yang terbaik. Biasa dalam hidup dan bernegar pun sama. Digugat ya hadapi, digugat mundur. Kalau saya nggak, digugat tambah semangat,  tapi jangan kalah," terangnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More