Kamis 12 Desember 2019, 12:40 WIB

Jokowi Targetkan Ekspor 1 Juta Produk Otomotif

Akmal Fauzi | Ekonomi
Jokowi Targetkan Ekspor 1 Juta Produk Otomotif

MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo saat melepas eksport perdana Isuzu Traga ke beberapa negara di Asia Tenggara di Pabrik Isuzu, Karawang, Jawa Barat

 

PRESIDEN Joko Widodo menargetkan ekspor produk otomotif Indonesia mencapai 1 juta unit pada 2024. Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri peresmian ekspor perdana produk Isuzu Traga di Karawang Timur, Jawa Barat, Kamis (12/12).

“Saya sampaikan kepada seluruh keluarga besar otomotif, 2024 minimal satu juta (unit) harus keluar dari Indonesia. Caranya gimana, enggak mau tahu,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, nilai ekspor otomotif saat ini hanya US$8 miliar. Apabila target ekspor 1 juta kendaraan itu terealisasi, nilai ekspor otomotif akan meningkat hingga tiga kali lipat.

“Saya yakin, insya Allah bisa terwujud. Defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan bisa diatasi empat sampai lima tahun ke depan. Sehingga Indonesia menjadi production hub bagi otomotif untuk diekspor ke semua negara,” jelasnya.

Baca juga: Presiden Perintahkan Buka Ruang bagi Industri Substitusi Impor

Menurutnya, peningkatan ekspor akan membantu upaya pemerintah dalam menekan angka defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo melepas ekspor perdana Isuzu Traga ke beberapa negara di Asia. Ekspor Isuzu Traga akan mulai dikirim pada 12 Desember 2019. Filipina Menjadi negara tujuan pengiriman perdana ini dengan total 6.000 unit hingga 2020.

Dalam peresmian itu, hadir Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senior Executive Officer Isuzu Motors Ltd Yoichi Masuda, serta Presiden Direktur PT. Astra International Prijono Sugiarto. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More