Kamis 12 Desember 2019, 11:09 WIB

Dikawal 1000 Relawan, Gibran Daftar Calon Walikota Solo

Widjajadi | Nusantara
Dikawal 1000 Relawan, Gibran Daftar Calon Walikota Solo

MI/Widjajadi
GIBRAN Rakabuming Raka berpidato di hadapan seribu relawan yang mengantarnya untuk mendaftarkan diri sebagai calon walikota Surakarta.

 

GIBRAN Rakabuming Raka tidak mau bicara soal perubahan, tetapi yang diinginkan adalah fase lompatan dan percepatan agar Kota Solo menjadi lebih maju, dan menjadikan masyarakat lebih sekahtera.

Hal tersebut menjadi penegasan putra sulung Presiden Joko Widodo, saat berbicara dihadapan para relawan yang akan memgantarkan dirinya mendaftar ke DPD PDIP Jawa Tengah, sebagai bakal calon walikota untuk Pilwalkot Solo 2020.

"Saya tidak ingin hanya mengantar seorang Gibran. Tetapi karena kita disatukan cita cita yang sama, agar Solo bisa melompat lebih maju," tegas suami Selvi Ananda sebelum mengibarkan bendera start keberangkatan menuju Semarang dari Graha Saba Solo, Kamis (12/12/2019)

Selain di antar sekitar 1000 relawan yang tergabung dalam 42 organ relawan, Gibran juga didampingi isterinya Selvi Ananda, dan ibunda tercinta, Iriana Jokowi serta keluarga besar dari eyang Soedjiatmi.

Bahkan Iriana menegaskan, sebagai ibu, upaya pencalonan putra sulungnya sebagai bakal calon ( balon) walikota Solo lewat PDIP sangat didukung.

"Saya semalam sudah bertahajud, dan berdoa, agar anak saya Gibran diberi kelancaran," tegas Iriana.

Begitu halnya Selvi Ananda mengaku, dirinya senang jika apa yang menjadi keinginan suaminya untuk bisa bermanfaat bagi warga Solo bisa terwujud.

baca juga: Premi Naik, Peserta BPJS Kesehatan Tidak Bertambah

"Saya senang dan mendukung, bagaimana suami bisa bermanfaat untuk Solo, untuk warga Solo," kata ibunda Jan Ethes dan Lembah Manah.

Rombongan Gibran dan relawan menuju gedung Panti Marhaen yang jadi kantor Sekretariat DPD PDIP Jawa Tengah dari gedung Graha Saba Solo, menggunakan 20 bus secara konvoi. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More