Kamis 12 Desember 2019, 11:45 WIB

TGUPP Diyakini Bantu Kinerja Anies yang Ditinggal Wagub

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
TGUPP Diyakini Bantu Kinerja Anies yang Ditinggal Wagub

MI/Insi Nantika Jelita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

FRAKSI Partai Amanat Nasional DKI Jakarta yakin Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bisa membantu kinerja Gubernur Anies Baswedan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI sepakat memangkas jumlah anggota TGUPP yang semula 67 orang menjadi 50.

"Saya rasa 50 itu angka yang sangat masuk akal dan kita hormati keputusan di Banggar. Insya Allah, semakin membantu kinerja gubernur, mulai dari monitoring, pengawasan. Apalagi pak Anies sekarang tidak ada wagub," ujar Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PAN Zita Anjani, di Jakarta, Kamis (12/12).

Zita menuturkan pembentukan TGUPP oleh Anies bertujuan mengendalikan program-program prioritas sekaligus memonitoring para dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar on the track.

"Itu kan supaya bisa mengejar 22 janji Anies-Sandi waktu itu soal program prioritas gubernur. Kita bisa lihat penyerapan anggaran Jakarta, kalau mau ngomongin efektivitas itu serapanya dari 2017 relatif baik," jelas Zita.

Baca juga: Samakan TGUPP dengan KSP, Bambang Widjoyanto Dikritik

"Walaupun, memang belum sesuai target. Targetnya kan 90% itu, memang sulit untuk menyerap anggaran 90%. Jadi, kami harap kedepannya bisa di atas 80% dan bisa mencapai di angka mendekati 90%," tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan mengatakan dirinya menghormati keputusan DPRD DKI Jakarta yang membatasi jumlah anggota TGUPP. Pihaknya akan melihat aturannya lebih detail guna mengimplementasikannya.

"Kita menghormati dan untuk pelaksanaannya nanti kita lihat seperti apa. Anggaran tidak berubah. Mereka hanya merekomendasikan jumlah orang tapi secara anggaran tidak berubah. DPRD pun mengakui TGUPP untuk percepatan pembangunan dan sinkronisasi," tandas Anies. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More