Kamis 12 Desember 2019, 09:15 WIB

Luas Baku Sawah bakal Bertambah

Pra/E-1 | Ekonomi
Luas Baku Sawah bakal Bertambah

MI/PIUS ERLANGGA
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil

 

MENTERI Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengatakan proses validasi dan verifikasi luas baku sawah terbaru sudah rampung dan akan diumumkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam waktu dekat.

Sofyan menyebut, di dalam data terbaru, ada penambahan luas baku sawah dari yang sebelumnya diumumkan yakni 7,1 juta hektare. Namun, ia tidak menyebut secara detil berapa besar tambahan yang muncul tahun ini.

"Sebelumnya sawah itu tidak terbaca citra satelit. Ini sawah pasang surut. Ketika dulu dipotret, kondisi mungkin sedang pasang jadi tidak terbaca. Begitu surut baru terlihat sawah. Persisnya berapa nanti Pak Wapres yang umumkan," ujar Sofyan di Jakarta, kemarin.

Sofyan menekankan, nantinya, data lahan baku sawah hasil penghimpunan kementerian/lembaga itu akan menjadi rujukan kebijakan pemerintah di bidang pangan.

Dirjen Penataan Agraria Muhammad Ikhsan Saleh mengatakan terjadinya perubahan luas baku sawah setiap tahun adalah hal wajar mengingat Indonesia sedang menggenjot pembangunan infrastruktur.

Di tempat terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta seluruh pihak yang terlibat dalam industri pertanian untuk bekerja dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

Tidak boleh ada satu lini pun, terutama yang berada di lingkup Kementerian Pertanian, yang bekerja secara sembarangan. Semua harus fokus menjalankan tugas dengan baik.

"Tidak boleh ada kecolong-an sedikit pun. Kalau ada persoalan di satu desa saja, itu bisa jadi persoalan seluruh bangsa," ujar Syahrul di kantornya, kemarin.

Ia menganalogikan sektor pertanian sebagai sebuah pesawat terbang. Adapun, setiap divisi ialah komponen-komponen yang memiliki peran penting untuk mendukung pesawat bisa mengudara.

"Pesawat bisa jatuh karena baut yang lepas. Baut itu kecil tapi sangat penting. Secanggih apa pun pesawat, sebagus apapun cuaca, kalau ada satu komponen tidak bekerja, rusak semua," tuturnya.

Jika seluruh pihak bisa bekerja dengan baik, ia meyakini sektor pertanian akan menjadi kekuatan besar bagi Indonesia.

"Dulu di tengah krisis ekonomi, krisis keuangan, pertanian masih terus berjalan. Kalau kita bisa kelola dengan benar, ini akan membawa hasil yang besar," tandasnya. (Pra/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More