Kamis 12 Desember 2019, 07:40 WIB

Kerukunan Umat belum Pulih ke Posisi 2015

Zubaedah Hanum Ilyas | Politik dan Hukum
Kerukunan Umat belum Pulih ke Posisi 2015

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Menteri Agama, Fachrul Razi.

 

INDEKS Kerukunan Umat Beragama (KUB) 2019 naik ke posisi 73,83 dari poin 70,90 yang dicapai tahun lalu. Hal itu menunjukkan kerukunan umat tetap bertahan di kategori 'rukun tinggi' disertai sedikit perbaikan.

"Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh tahun lalu, yakni 70,90, tapi masih rendah jika dibandingkan dengan perolehan angka indeks tahun 2015, yakni 75,36," ujar Menteri Agama Fachrul Razi saat menyampaikan Laporan Indeks KUB 2019 di Jakarta, kemarin, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama.

Indeks itu didasarkan pada survei di 34 provinsi yang dilakukan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Hadir dalam peluncuran Indeks KUB 2019, para tokoh agama, tokoh perempuan, perwakilan majelis agama, peneliti dan widyaiswara Kemenag, kepala Kanwil Kemenag provinsi se-Indonesia, serta sejumlah rektor perguruan tinggi keagamaan.

Indeks KUB mengukur tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia. Untuk memperoleh indeks tersebut, ada tiga dimensi yang diukur, yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama di antara umat beragama.

Tahun ini indeks menunjukkan dimensi kerja sama meraih skor 75,40, dimensi toleransi 72,37, dan dimensi kesetaraan 73,72. Hal itu, menurut Menag, ialah hal yang patut disyukuri dan terus dipelihara bangsa Indonesia.

Kendati Indeks KUB 2019 masih lebih rendah ketimbang 2015, Menag menekankan, dalam lima tahun terakhir angka rata-rata indeks KUB selalu berada di atas angka 70, atau pada kategori tinggi.

"Ini artinya, selama kurun lima tahun terakhir, kondisi kerukunan kita dalam kondisi baik. Meski demikian, kita perlu mencari tahu faktor-faktor apa saja yang memengaruhi kerukunan umat beragama dan berusaha untuk meningkatkannya," papar Menag.

Menag mengaku sedang menyiapkan rekomendasi kebijakan untuk penyusunan program dan kegiatan di setiap satuan kerja agar terjadi peningkatan indeks KUB pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas'ud, survei indeks KUB merupakan kegiatan yang akan terus dilakukan setiap tahun. Kementerian Agama menggunakannya untuk mengambil kebijakan-kebijakan pada tiap program yang dijalankan.

Tidak hanya bagi kalangan internal, survei KUB juga dimanfaatkan lembaga-lembaga lain di luar Kementerian Agama.

"Bahkan, Bappenas juga menggunakan indeks ini untuk disandingkan dengan indeks-indeks lainnya dalam penyusunan rencana pembangunan," ujarnya.

Berbagi pengalaman

Menag Fachrul Razi menceri-takan pengalaman kerukunan beragama yang memang sudah menjadi budaya bangsa. Ia bersahabat sangat lama dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Persahabatan yang ia rajut tidak melihat latar belakang keagamaan berbeda yang dimiliki keduanya.

"Pak Luhut itu penganut Kristen yang baik. Saya, penganut Islam yang baik, dan kami bersahabat dengan sangat baik. Semacam ini seharusnya kerukunan umat berjalan," kata Menag.

Fachrul Razi mengatakan kerukunan serupa juga sangat kental ia lihat selama perjalanannya sebagai prajurit aktif TNI. (P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More