Rabu 11 Desember 2019, 20:00 WIB

Siapkan Pemuda Yang Siap Bangun Keluarga Berkualitas Lewat PKPRT

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Siapkan Pemuda Yang Siap Bangun Keluarga Berkualitas Lewat PKPRT

Dok. Asrorun Ni'Am Sholeh
Deputi II Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh saat memberikan materi di UNJ, Jakarta.

 

MENYIAPKAN calon orang tua berkualitas dan mampu membina rumah tangga menjadi perhatian Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pelatihan bertajuk Pendidikan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga (PKPRT) pun digelar untuk mewujudkan kesiapan pemuda tersebut.

Kegiatan itu menyasar kalangan pemuda, terutama kalangan mahasiswa. Salah satunya digelar di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (10/12) dengan tema Peningkatan Kesehatan Reproduksi Bagi Pemuda.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh berharap, dengan program itu, pemuda makin memahami posisi strategisnya dalam pembentukan rumah tangga.

Baca juga : Sertifikasi Pranikah Bantu Optimalkan Bonus Demografi

"Ini adalah pemudi-pemudi dan juga pemuda yang ada di organisasi pemimpin menyiapkan yang tidak hanya untuk menjadi pemimpin publik seperti bupati, gubernur atau menteri, tapi lebih penting dari itu semua, karena hakikat dari kepemimpinan ialah penguatan kepemimpinan yang bersifat individu," katanya dalam keterangan tertulis.

Karena itu, pemuda atau pemudi yang ada dalam organisasi kepemimpinan pemuda diharapkan mampu mencetak kader-kader masa depan, dsri unsur keluarga.

"Keluarga adalah koloni terkecil pembentuk bangsa, jika koloni koloni ini baik, maka akan terlahir bangsa yang baik dan besar. Caranya, dengan mengembangkan inovasi program sektor kepemudaan yang ke depannya akan merasakan hidup berumah tangga," pungkasnya.

Kegiatan di UNJ merupakan bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang digelar Kemenpora di berbagai tempat untuk menyiapkan pemuda yang mampu membangun keluarga yang berkualitas. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More