Kamis 12 Desember 2019, 00:24 WIB

Lenzing Group Berkomitmen Kurangi Emisi Karbon Dioksida

mediaindonesia.com | Humaniora
Lenzing Group Berkomitmen Kurangi Emisi Karbon Dioksida

Istimewa
Lenzing Group dari Austria berkomitmen untuk mengurangi emisi CO2 perusahaan secara drastis.

 

MITIGASI climate change atau perubahan iklim yang ditandai dengan pemanasan global harus dilakukan semua pihak baik pemeritah dan pihak swasta serta kalangan perusahaan. Pengurangan emisi CO2 atau karbon dioksida telah menjadi tanggung jawab semua perusahaan.

Salah satu perusahaan yang memiliki komitmen melakukan mitigasi global warming adalah perusahaan the Lenzing Group dari Austria. Bahkan Lenzing Group dikenal sebagai  perusahaan terdepan dalam pelestarian iklim yang telah menjadi anggota dari CEO Climate Leaders Group dalam World Economic Forum.

Tak hanya itu, Lenzing Group turut melakukan penandatangan United Nations Fashion Industry Charter for Climate Action yang berkomitmen untuk mengurangi emisi CO2 perusahaan secara drastis.

“Lenzing telah menetapkan target awal pada tahun 2030 untuk mengurangi emisi CO2 per ton produk sebesar 50% jika dibandingkan dengan baseline sebelumnya pada 2017. Untuk tahun 2050, Lenzing telah mengumumkan visinya untuk menjadi perusahaan bebas emisi CO2,” kata Chief Executive Officer untuk Lenzing Group, Stefan Doboczky, di Jakarta, Rabu (11/12).

Selain itu, perusahaan Lenzing baru saja meraih pencapaian baru Science Based Targets, yang merupakan sebuah organisasi di bidang penetapan target untuk program-program pelestarian iklim dan juga  telah secara memvalidasi target pelestarian iklim.

Menurut Doboczky, target perusahaan Lenzing untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hanya akan dianggap ‘berbasis sains’ apabila sesuai dengan tingkat dekarbonisasi yang diperlukan untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah dua derajat Celcius dibandingkan dengan suhu pra-industri.

“Lenzing adalah produsen serat berbasis kayu pertama yang telah menetapkan target berbasis ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Doboczky juga menegaskan,“Sebagai yang tedepan dalam industri, melestarikan iklim merupakan tanggung jawab kita terhadap generasi masa depan. Hal ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendorong perubahan sistemik dan memimpin industri dengan kredibilitas.”

“Memanfaatkan bahan baku kayu yang bersifat renewable diambil dari hutan lestari dan perkebunan yang menyerap karbon merupakan hal yang baik, tetapi kita harus melangkah lebih jauh,” ucapnya.

“Di Lenzing, kami tak hanya memanfaatkan serat dan kayu, dan senantiasa mengembangkan dan menerapkan cara-cara produksi yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan di seluruh rantai pasokan serta mendorong seluruh sektor industri untuk melakukan hal yang sama," papar Doboczky.

Saat ini, terdapat 713 perusahaan terkemuka di seluruh dunia dan sembilan perusahaan di Austria yang telah berkomitmen untuk merealisasikan target berbasis ilmu pengetahuan, namun hanya 305 perusahaan yang targetnya telah disetujui.

Status CSR-Gold untuk Lenzing

Pencapaian lain pada 2019, Lenzing meraih status Gold CSR (Corporate Social Responsibility) dari EcoVadis selaku penyedia peringkat bagi perusahaan yang mempraktikan bisnis berkelanjutan di dunia.

EcoVadis Supplier Sustainability Rating menempatkan Lenzing sebagai salah satu perusahaan terbaik di dalam industri berdasarkan pada penilaian CSR dalam bidang lingkungan, praktik ketenagakerjaan, etika, dan pengadaan berkelanjutan.

EcoVadis merupakan penyedia peringkat bagi perusahaan yang mempraktikkan bisnis berkelanjutan, penyedia intelijen, dan instrumen peningkatan kinerja kolaboratif untuk rantai pasokan global. Sejak 2007, EcoVadis telah memberikan penilaian bisnis berkelanjutan kepada 55 ribu perusahaan di 198 industri dan 155 negara. (OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

BenihBaik.com

Read More

Berita Populer

Read More