Kamis 12 Desember 2019, 05:50 WIB

Prioritas ke Cabang Olahraga Tambang Medali Emas

(Beo/R-2) | WAWANCARA
Prioritas ke Cabang Olahraga Tambang Medali Emas

MI/Adam Dwi
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Letnan Jenderal TNI Purn Marciano Norman

INDONESIA hanya mampu menempati peringkat keempat di akhir SEA Games 2019 yang digelar di Filipina. Walau hanya naik satu peringkat dari SEA Games 2017, jumlah medali emas yang didapat kali ini meningkat hampir dua kali lipat.

Banyak cabang olahraga yang ternyata memberi kejutan dan menjadi lumbung medali emas bagi Indonesia. Bahkan, di antara cabang olahraga itu, ada juga yang menjadi juara umum.

Media Indonesia berkesempatan mewawancarai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman, yang berharap ke depannya Indonesia tidak hanya meningkatkan prestasi, tapi juga mempertahankannya. Berikut petikan wawancara dengan Marciano.

Bagaimana tanggapan Anda tentang hasil yang didapat kontingen Indonesia di Filipina?

Apa yang dicapai sekarang itu sudah melampaui raihan di SEA Games 2015 dan 2017. Terjadi lonjakan perolehan medali emas yang signifikan. Namun, apa yang jadi perhatian kita sekarang ialah kita belum bisa memanfaatkan cabang-cabang yang menjadi tambang emas, seperti atletik dan akuatik.

Apa yang harus dilakukan untuk bisa unggul di dua cabang itu?

Kita harus berikan atensi lebih untuk atletik dan akuatik karena dua cabang itu sumbernya medali. Bisa dilihat bahwa Vietnam dan Thailand menyalip Indonesia di detik-detik terakhir hanya dengan mengandalkan dua cabang tersebut.

Pemerintah cenderung hanya mendukung cabang yang telah berprestasi, sedangkan atletik dan akuatik belum. Bagaimana bisa kasih atensi lebih ke mereka?

Kita akan buat rekomendasi dan memberi masukan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga agar cabang-cabang yang jadi tambang medali bisa diprioritaskan. Kalau perlu, rekrut atlet dari bawah dan sekolah olahraga harus diisi calon juara.

Soal target raihan medali emas di SEA Games kali ini, mengapa selalu berubah?

Ada beberapa pertimbangan jadi berubah. Masalah prediksi, sepanjang tercapai, itu cukup baik. jangan sampai targetkan 45 medai emas, tapi dapatnya di bawah itu. Tentu target itu juga merupakan strategi. Kalau patok terlalu tinggi di awal, nanti bisa bebani atlet, mereka enggak akan tampil lepas.

Sekarang pemerintah mengombinasikan atlet senior dengan junior, bagaimana penilaian Anda mengenai penampilan para atlet muda di SEA Games?

Junior mampu membanggakan nama bangsa di Filipina. Salah satunya ialah Windy (Cantika), atlet angkat besi.

Apakah ke depannya akan tetap memakai konsep kombinasi senior dan junior?

Percepatan peningkatan kualitas junior harus jadi fokus sehingga pada saat masuk tim nasional, dia sudah siap. Jarak antara senior dan junior juga tidak besar. Jangan melibatkan junior dengan senior yang jaraknya terlalu jauh. Itu akan membuat moral junior jelek.

Apa terobosan KONI dalam hal pembinaan?

KONI nanti dalam hal pembinaan akan evaluasi pelatih. Mereka mungkin sudah maksimal, kita harus pikir untuk cari pelatih yang kelasnya lebih tinggi. Peningkatan kualitas pelatih lokal jika masih memungkinkan juga perlu. Salah satu caranya ialah datangkan pelatih kaliber untuk tingkatkan kualitas pelatih lokal melalui kursus singkat. (Beo/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More