Kamis 12 Desember 2019, 04:40 WIB

Darah Seni Mengalir dari Ibu

(YK/M-1) | Humaniora
Darah Seni Mengalir dari Ibu

MI/M AHMAD YAKUB
Kholis Kurniawan

 

BAKAT seni yang dimiliki Kholis Kurniawan tak hadir begitu saja. Sejak kecil, Kholis telah belajar memainkan sejumlah alat musik dengan binaan langsung dari kakak-kakaknya.

Selain itu, Kholis juga aktif mengikuti band sekolah dan manggung pada sejumlah acara. Dalam tubuh Kholis juga mengalir darah seniman dari ibunya, yang kala itu menjadi vokalis grup musik gambus nasyid yang eksis di seputaran wilayah Kabupaten Lamongan pada zaman mudanya.

Sejak duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar, Kholis sudah diajari Junaidi, kakak tertuanya, bagaimana menggebrak drum. Sementara itu, keahlian memetik gitar diperoleh dalam bimbingan kakak keduanya, Faiz. Bahkan pada Faiz, Kholis belajar sejumlah alat musik. Minat bermusik yang tinggi terus dipupuknya dengan menjadi anggota grup band sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga jenjang madrasah tsanawiyah dengan ngeband bersama kedua saudara dan sepupunya.

Keinginan yang tinggi untuk jadi seniman membuat keluargannya memutuskan agar Kholis melanjutkan pada Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR)--kini berubah menjadi SMKN 11 di Kota Surabaya.

Di bangku SMK, Kholis juga aktif menjadi personel band sekolah. Lulus SMSR, Kholis melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta, di Kota Surabaya. Di Kampus seni tersebut dia belajar gamelan Jawa.

Namun, karena aktivitas berkesenian yang kian padat, pada semester kedua diputuskan untuk berhenti kuliah dan balik ke kampungnya.

Hal ini dilakukan agar bisa fokus berkesenian bersama kedua kakak dan sepupunya.

Saat itu band-nya beraliran rock alternatif dan pop alternatif. Selain ngeband, keseharian Kholis juga diisi dengan bekerja pada usaha rumahan yang dirintis Junaidi, bordir komputer.

Pada medio 2015, Kholis ditawari menjadi guru ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 9 di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Lamongan. Di sini Kholis dipercaya mengampu ekskul rebana dan gamelan Jawa hingga saat sekarang. Grup musik sekolah yang dibinanya mirip dengan kelompok musik kontemporer besutan Emha Ainun Najib (Cak Nun). (YK/M-1)

Biodata

Kholis Kurniawan: Lahir di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran Lamongan, pada 13 Oktober 1990.

Pendidikan Formal: Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) hanya sampai dua semester.

Pekerjaan: Guru ekskul SMAM 9 Sedayu Lawas, Brondong, Lamongan.

Istri: Nurul Farida Sani

Anak: Gendis Laras Kinasih (11 bulan).

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More