Rabu 11 Desember 2019, 21:58 WIB

SBY Ingatkan Elite Politik Jangan Ulangi Pilpres 2019

Andhika prasetyo | Politik dan Hukum
SBY Ingatkan Elite Politik Jangan Ulangi Pilpres 2019

Antara
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

 

KETUA Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rabu (11/12), menyampaikan pidato politik refleksi pergantian tahun bertajuk 'Indonesia Tahun 2020: Peluang, Tantangan dan Harapan'.

SBY membuka pidato dengan mengulas kembali berbagai hal yang terjadi sepanjang tahun ini terutama kontestasi 2019.

Ia menyebut ajang pilpres tahun ini meninggalkan catatan buruk.

"Pertama kali dalam sejarah, pemilu kita diwarnai politik identitas yang melebihi takarannya. Juga pertama kali terjadi banyak korban jiwa, baik karena kekerasan maupun bukan," ujar SBY di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu, (11/12)

Untungnya, lanjut Presiden RI ke-6 itu, persatuan bangsa tetap terjaga dengan baik. Pasalnya, masyarakat akhirnya tersadar sebelum hal yang sangat buruk benar-benar terjadi.

"Kabar baiknya, ketika bangsa kita berada di ambang perpecahan dan bahkan benturan fisik, kita semua sadar dan terpanggil. Terpanggil untuk menahan diri dan tetap menjaga keutuhan. Alhamdulillah, mimpi buruk itu tidak terjadi. Kita memilih persatuan, bukan perpecahan," tuturnya.

Berkaca dari Pilpres 2019, SBY mendesak pemerintah mengevaluasi sistem, undang-undang dan penyelenggaraan pemilu supaya catatan negatif serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

"Yang sudah baik, kita pertahankan. Yang belum baik, kita perbaiki. Itulah harapan Partai Demokrat. Saya yakin, itu juga harapat rakyat Indonesia," sambung dia.

Berkaca pada kericuhan yang terjadi selama masa Pilpres, SBY meminta kepada seluruh elite politik untuk menghentikan praktik politik yang membelah dan memisahkan. Hubungan kawan-lawan harus diganti dengan hubungan antarmitra.

"Kemitraan untuk membangun bangsa. Kemitraan dan kebersamaan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi rakyat. Rakyat menghormati negara dan pemimpinnya. Negara dan pemimpin sabar dan mengayomi rakyat dengan adil dan penuh rasa kasih sayang. Bersatu kita teguh. Bersama kita lebih kuat," tandasnya.

Ia juga berharap seluruh pihak bisa menahan diri dari aksi kontestasi baru untuk Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya, hal itu sangat tidak etis karena Presiden Jokowi baru saja memulai pemerintahan periode keduanya.

"Tidak baik, malu kepada rakyat. Apalagi jika semangat dan nafsunya adalah untuk mendapatkan kekuasaan di tahun 2024. Mari hormati pemerintah kita, dan tentunya rakyat kita," papar SBY. (OL-8)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

Sidang Perdana Nurhadi Digelar Hari Ini

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:10 WIB
Nurhadi akan diadili bersama menantunya, Rezky Herbiono. Sidang perdana ini akan menguak unsur suap dan gratifikasi hasil penyidikan...
Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Relawan Jokowi Dorong Reshuffle Kabinet

👤Abdillah Muhammad Marzuqi 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 05:33 WIB
Jika Jokowi kukuh mempertahankan sejumlah menteri yang berkinerja buruk, hal itu akan membuat citra mantan Wali Kota Solo itu...
ANTARA

KPK masih Telaah Kasus TPPU Nurhadi

👤Ant/P-5 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 05:25 WIB
Sebelumnya terkait dengan dugaan TPPU Nurhadi, KPK juga telah menyita beberapa aset seperti lahan kelapa sawit di Padang Lawas, Sumatra...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya