Rabu 11 Desember 2019, 21:35 WIB

Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen Bangun Aspek Kebudayaan

Bayu Anggoro | Nusantara
Pemprov Jabar Tegaskan Komitmen Bangun Aspek Kebudayaan

MI/Bayu Anggoro
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat membuka gelaran Riksa Budaya Jawa Barat di Indramayu, Rabu (11/12).

 

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk membangun aspek kebudayaan. Berbagai program digagaskan demi menonjolkan identitas tatar Parahyangan.

Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) saat membuka gelaran Riksa Budaya Jawa Barat (RBJB) yang pada tahun ini yang diselenggarakan di Desa Juntikebon, Kabupaten Indramayu, Rabu (11/12).

Emil menjelaskan, pihaknya tidak ingin mengenyampingkan aspek kebudayaan dalam melaksanakan pembangunan. Terlebih, selama ini kebudayaan dan jati diri lokal nyaris tersisihkan oleh gempuran asing.

"Hidup ini bukan hanya perut, ekonomi. Tapi budaya juga penting. Tubuh manusia fisiknya lahir, tapi di balik ini ada bathin yang harus diisi hal-hal positif," katanya.

Melalui gelaran seperti ini, Emil ingin menggugah masyarakat akan pentingnya melestarikan kebudayaan lokal.

"Kami bangkitkan semangat budaya, sebagai identitas baru Jawa Barat," katanya.


Baca juga: Kawasan Bandara Diusulkan Jadi Prioritas Penanganan Karhutla


Dia ingin Jawa Barat memiliki identitas yang jelas dan tidak sama dengan yang lain.

"Tidak ingin mirip-mirip dengan provinsi lain, apalagi bangsa lain. Cara kita bertutur, berpakaian, kita ingin punya identitas berbeda," katanya.

Oleh karena itu, kata Emil, pihaknya pun membangun pusat kebudayaan di setiap kabupaten/kota.

"Tahun ini di Subang, Garut, dan beberapa tempat. Insya Allah dalam waktu dekat kita bangun pusat budaya di Indramayu," katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Dedi Taufik, mengatakan, program RBJB ini merupakan gerakan untuk menguatkan nilai-nilai budaya yang tercermin dalam perilaku masyarakat. Acara ini akan menampilkan berbagai kesenian lokal.

"Akan digelar juga workshop dan pameran. Diharapkan potensi maupun kekuatan seni budaya lokal bisa terangkat," katanya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More