Kamis 12 Desember 2019, 01:50 WIB

Warga Inggris Bersiap Berikan Suara di Pemilu

Warga Inggris Bersiap Berikan Suara di Pemilu

AFP
Perdana Menteri dari kubu Konservatif, Boris Johnson

 

PARA pemimpin partai politik Inggris kemarin menghabiskan hari terakhir kampanye pemilihan umum. Perdana Menteri dari kubu Konservatif, Boris Johnson, dan pemimpin oposisi utama dari Partai Buruh, Jeremy Corbyn, menghadiri tur singkat dalam detik-detik terakhir sebelum pemungutan suara.

Johnson memulai hari terakhir kampanye dengan mengirimkan susu di Yorkshire, Inggris utara. Ia kemudian mengakhiri kampanyenya di Essex, timur laut London. "Mari kita selesaikan Brexit dan lanjutkan dengan menyebarkan peluang dan harapan di seluruh Inggris dan mari kita lancarkan potensi negara ini," sambungnya.

Sementara itu, Corbyn, mengisi kampanye terakhirnya dengan berbicara kepada para pendukungnya di sebuah rapat umum di Middlesbrough, timur laut Inggris. Ia menyebut pemilu kali ini sebagai pemilihan terpenting untuk generasi saat ini. "Pesan saya kepada semua pemilih yang masih ragu-ragu, Anda dapat memilih harapan," tutur Corbyn.

Dalam kampanyenya tersebut, Corbyn merencanakan program besar menyangkut layanan publik dan nasionalisasi, serta referendum kedua terkait dengan Brexit.

Dalam survei akhir tentang kampanye pemilu yang dilakukan perusahaan riset terkemuka Inggris, Yougov, memperkirakan Partai Konservatif akan memperoleh dukungan mayoritas.

Jajak pendapat Yougov terbaru memperkirakan Partai Konservatif akan memperoleh 339 kursi, sedangkan Partai Buruh akan mendapat 231 kursi. Sementara itu, Partai Nasionalis Skotlandia (SNP) akan memperoleh 41 kursi, dan Partai Demokrat Liberal mendapatkan 15 kursi. Perolehan tersebut memberi Partai Konservatif keseluruhan 28 kursi mayoritas dari 650 kursi anggota parlemen di Majelis Rendah (House of Commons) Inggris. Yougov memperingatkan bahwa perolehan akhir kursi Konservatif diprediksikan berkisar antara 311 hingga 367 kursi.

Berdasarkan agregator jajak pendapat Inggris, Partai Konservatif diprediksi memperoleh 43% suara, Partai Buruh memperoleh 33% suara, Partai Demokrat Liberal memperoleh 13% suara, serta Partai Hijau dan Partai Brexit masing-masing memperoleh 3% suara.

Pemilu kali ini dilangsungkan dalam upaya memecahkan kebuntuan Brexit sejak adanya referendum terkait dengan keanggotaan Inggris di Uni Eropa pada 2016. Johnson berharap dapat mengamankan pemerintahan mayoritas agar dapat membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari 2020. (AFP/Uca/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More