Rabu 11 Desember 2019, 16:00 WIB

TPA Rp13 Miliar Sudah Setahun Terlantar

John Lewar | Nusantara
TPA Rp13 Miliar Sudah Setahun Terlantar

MI/John Lewar
TPA seharga Rp13 miliar terlantar

 

TEMPAT Pembuangan Akhir(TPA) senilai Rp13 miliar di desa Warloka, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat di Nusa Tenggara Timur(NTT), sudah setahun dibiarkan terlantar.

Padahal proyek pembangunan TPA tahun anggaran 2018 tersebut dibuat secara permanen dilengkapi sistem pengendapan atau lidrasi dalam beberapa kotak di luar dari penampungan perut sampah.

Kolam tempat pembuangan sampah itu berukuran mencapai kurang lebih satu hektare. Proses penyaluran air pembuang dipasang melalui jalur khusus sehingga tidak menimbulkan bau atau polusi di lingkungan sekitar.

Selain itu terdapat empat gedung tempat pendauran sampah palastik yang akan di giling hingga menjadi butiran pasir kemudian di proses menjadi barang berguna.

"Itu anggaran 2018, proyeknya dari provinsi. Kalau soal anggaran lebih kurang Rp13 miliar,'' ujar Kepala Bandan Lingkungan Hidup(BLH) Manggarai Barat, Paulinus Panggol, Rabu (11/12).

Paul mengaku baru-baru ini lokasi itu telah di kunjungi tim Kementrian LHK bersama ibu wakil bupati Manggarai Barat, Mari Geong.

Menurut rencana, tambah Paul Panggol, TPA akan bisa di gunakan pada pertengahan Juli 2020 mendatang menunggu jembatan penghubung menuju ke lokasi itu rampung dikerjakan oleh pihak dinas pekerjaan umum.

''Kendalanya akses jalan ke sana belum rampung jembatan masih dalam pengerjaan, itu kendalanya. Targetnya Juli 2020 sudah bisa,'' tegasnya.

Tokoh masyarakat Labuanbajo Fardinandus Angkur memintah sebaiknya pemerintah lebih mempercepat dan sudah harus memulai membuang sampah di TPA Warloka.

"Jalan sudah beraspal, kalau hanya dalil jembatan tidak bisa karena di jalur itu kerap di lintasi kendaraan," ungkap Ferdi.

Pertimbangan lain yang harus di percepat karena Labuanbajo ini kata Ferdi setiap harinya di tumpukki sampah. Penduduk Labuanbajo setiap harinya menghasilkan sampah 12 ton lebih perhari. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More