Rabu 11 Desember 2019, 15:44 WIB

550 Personel Gabungan Jaga Trotoar Senen dari PKL

tri subarkah | Megapolitan
550 Personel Gabungan Jaga Trotoar Senen dari PKL

MI/ Tri Subarkah
Situasi Jalan Pasar Senen pada Rabu (11/12). Sebelumnya, trotoar di kawasan itu diokupasi oleh pedagang sandang bekas

 

SEBANYAK 550 personel Satpol PP menjaga trotoar di Jalan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Penjagaan dilakukan bersama anggota TNI-Polri sebagai langkah mensterilisasikan trotoar dan bahu jalan dari okupasi pedagang kaki lima (PKL) sandang bekas di kawasan tersebut.

"Per harinya kita ada 550 personel. Kita jaga dari jam 11 siang sampai sembilan malam," kata Fitrano Jaya Putra Askari, Kasi Ops Satpol PP DKI Jakarta saat ditemui di lokasi, Rabu (11/12).

 

Kabijakan itu, lanjut Rano, telah dilakukan sejak Senin (9/12). Menurut rencana awal, pihaknya akan menjaga kawasan tersebut sampai Minggu.

"Tapi nanti akan dievaluasi kembali. Kalau memang harus ditambah lagi harinya, ya kita tambah lagi harinya sampai dengan benar-benar bisa steril," ujarnya.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia, ada puluhan mobil Satpol PP yang diparkir mengular di sepanjang Jalan Pasar Senen. Selain itu, ada spanduk pemberitahuan kepada para PKL yang berisi tiga hal, yakni:

1. Bahwa pedagang pakaian bekas akan direlokasi ke Pasar Baru Metro Atom, lantai 4, Jalan KH Samanhudi, Kelurahan Pasar Baru.

2. Para pedagang diminta untuk melakukan pendaftaran mulai tanggal 7-9 Desember bertempat di kantor Kelurahan Senen dengan membawa KTP dan KK.

3. Terhitung mulai tanggal 9 Desember 2019 tidak diperkenankan lagi untuk berdagang di pedestrian dan bahu jalan sepanjang Jalan Pasar Senen.

Menurut Rano, pada hari pertama penjagaan, ada satu pedagang yang masih nekat menggelar lapak. Namun, pihaknya langsung memberikan imbauan kepada pedagang itu.

"Jadi pola kita sekarang itu, kita diminta oleh pimpinan supaya mengedepankan persuasif. Jadi sebelum mereka datang sudah kita laksanakan penjagaan," pungkas Rano.

Relokasi PKL Pasar Senen ke Pasar Atom juga terkait dengan pemberlakuan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Menurut Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, rekayasa lalu lintas akan dilakukan seiring dengan pembangunan underspass di sana.

"Senen lagi crowded, lagi ada pembangunan underpass. Itu kan mau dijadikan reksyasa lalu lintas. Nah gimana orang mau lewat kalau hanya bisa dilalui satu mobil. Barangnya sudah dijalanan, terus parkir motornya," terang Irwandi. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More