Rabu 11 Desember 2019, 16:00 WIB

Flu Burung Landa Inggris, 27 Ribu Unggas Dimusnahkan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Flu Burung Landa Inggris, 27 Ribu Unggas Dimusnahkan

AFP/SEYLLOU
Ilustrasi peternakan ayam

 

KASUS flu burung telah dikonfirmasi di sebuah peternakan ayam di Suffolk, East Anglian County, Inggris, kata pemerintah.

Semua 27 ribu burung di peternakan komersial itu akan dimusnahkan setelah ditemukan memiliki jenis flu burung H5, ungkap Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan (Defra), Selasa (10/12).

Kasus tersebut merupakan yang pertama dicatat di Inggris sejak Juni 2017. Petugas berwenang mengidentifikasinya sebagai flu burung patogen rendah.

Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE) mengatakan risiko terhadap kesehatan masyarakat sangat rendah dan Badan Standar Pangan mengatakan keamanan makanan tidak berisiko.

Zona eksklusi satu kilometer telah dibentuk di sekitar peternakan untuk membatasi risiko penyebaran penyakit.

Baca juga: PBB Sebut Perubahan Iklim Ancaman Serius HAM Abad 21

Kepala petugas kesehatan hewan Christine Middlemiss mengatakan, "Pemelihara burung harus tetap waspada terhadap tanda-tanda penyakit, segera melaporkan dugaan penyakit dan memastikan mereka menjaga biosekuriti yang baik di tempat mereka.”

"Kami berusaha keras mencari bukti penyebaran penyakit yang terkait dengan jenis ini untuk mengendalikan dan menghilangkannya," tambahnya.

Gavin Dabrera, konsultan kesehatan masyarakat di PHE, menambahkan, "Flu burung pada dasarnya adalah penyakit burung dan risiko terhadap kesehatan masyarakat umum sangat rendah.”

"Sebagai tindakan pencegahan, kami menawarkan saran kesehatan masyarakat dan antivirus kepada mereka yang telah melakukan kontak dengan burung yang terkena dampak, seperti praktik standar," terangnya.

Investigasi terperinci sedang dilakukan untuk menentukan sumber wabah yang paling mungkin. (Independent/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More