Rabu 11 Desember 2019, 13:36 WIB

Kemendikbud akan Tambah Kuota Penerimaan Siswa Jalur Prestasi

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Kemendikbud akan Tambah Kuota Penerimaan Siswa Jalur Prestasi

MI/Adi Maulana Ibrahim
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberikan sambutan pada puncak peringatan HUT Ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia

 

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menyebut pihaknya akan tetap menggunakan sistem zonasi terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sistem tersebut dilakukan dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50%, jalur afirmasi minimal 15% dan jalur perpindahan maksimal 5%. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30% lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah.

“Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi,” kata Nadiem saat menyampaikan empat pokok kebijakan pendidikan Merdeka Belajar, Rabu (11/12).

Mendikbud berharap pemerintah daerah dan pusat dapat bergerak bersama dalam memeratakan akses dan kualitas pendidikan

“Pemerataan akses dan kualitas pendidikan perlu diiringi dengan inisiatif lainnya oleh pemerintah daerah, seperti redistribusi guru ke sekolah yang kekurangan guru,” ungkapnya.

Baca juga: 2021, UN Jadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter

Sedangkan terkait penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kemendikbud akan menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP.

Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen.

“Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri. Satu halaman saja cukup,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud Nadiem menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan Merdeka Belajar sebagai tindak lanjut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) seperti arahan Presiden dan Wakil Presiden.

Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Peluncuran program ini merupakan tahap pertama dari seluruh kebijakan Kemendikbud pada pemerintahan periode 2019-2024. Mendikbud menegaskan empat program Merdeka Belajar merupakan hasil diskusi dengan berbagai pihak, mulai dari guru, dosen, pengamat pendidikan, hingga orang tua murid.

Pada kesempatan ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan apresiasi kepada Mendikbud atas gagasan program Merdeka Belajar.

“Kami mendukung inisiatif Kemendikbud mengangkat gagasan tersebut. Dengan kebijakan ini, guru dapat lebih fokus pada pembelajaran siswa dan siswa pun bisa lebih banyak belajar. Mari kita semua bersikap terbuka dan optimistis dalam menyongsong perubahan ini,” kata Menko PMK.(OL-5)

Baca Juga

Dok MI

Bapeten Gandeng UI Gelar Seminar Keamanan dan Keselamatan Nuklir

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 18:10 WIB
Pemanfaatan tenaga nuklir harus memenuhi tingkat keselamatan dan keamanan serta sefeguard sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang...
Antara

UN Dihapus, Terbitlah AN

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 26 Oktober 2020, 17:22 WIB
Kendati sepakat Ujian Nasional ( UN) dihapus, namun kesiapan pemerintah melalui Kemendikbud yang akan melaksanakan Asesmen Nasional ( AN)...
Ilustrasi

Hari ini Pasien Covid-19 Sembuh Bertambah 3.908 Orang

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 26 Oktober 2020, 17:15 WIB
Hari ini pasien covid-19 yang sembuh di Indonesia menjadi 317.672 setelah ada penambahan sebanyak 3.908...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya