Rabu 11 Desember 2019, 15:45 WIB

BKPM Dorong Pengusaha Tingkatkan Produksi Tekstil Dalam Negeri

Faustinus Nua | Ekonomi
BKPM Dorong Pengusaha Tingkatkan Produksi Tekstil Dalam Negeri

ANTARA/Raisan Al Farisi
Pekerja menyelesaikan produksi kain sarung di Pabrik Tekstil Kawasan Industri Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

 

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi para pengusaha tekstil Tanah Air dan pemerintah untuk merumuskan solusi terkait permasalahan yang ada di industri tersebut.

BKPM mendorong pengusaha untuk kembali meningkatkan produksi mereka agar pasar Indonesia tidak terus dibanjiri tekstil impor.

"Kita tahu banyak produk dari luar yang melakukan penetrasi ke Indonesia. Sampai kemudian kita cek ke pasar-pasar seperti Tanah Abang itu sulit sekali menemukan made in Indonesia," kata kepala BKPM Bahlil Lahadalia di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (11/12).

Bahlil membeberkan ada beberapa permasalahan yang dialami industri tekstil Indonesia.

Baca juga: Penjualan Eceran Meningkat pada Oktober 2019

Menurutnya, tekstil impor memiliki harga dan kualitas yang lebih baik dari pada tekstil Tanah Air. Hal itu yang mempengaruhi permintaan pasar akan tekstil impor terus meningkat.

Hal itu dipengaruhi oleh faktor tenaga kerja di Indonesia yang mahal dan berdampak pada harga yang tidak kompetitif dengan tekstil impor. Begitu pula dengan mesin-mesin di beberapa industri tekstil dalam negeri yang belum di-upgrade.

"Kemudian kita mencari solusi agar harga yang ada di kita itu tidak terlalu berbeda dengan harga negara lain yang melakukan impor ke kita," imbuhnya.

BKPM bersama pengusaha tekstil pun memutuskan melakukan revitalisasi industri tekstil.

Menurutnya, industri perlu didorong untuk kembali menguasai pasar domestik bahkan kemudian mampu menyasar pasar luar negeri.

Dijelaskannya lebih lanjut BKPM bersama pemerintah pun perlu mendorong perbankan untuk melakukan penetrasi terhadap UMKM yang mendukung industri tekstil. Kemudian dari pemerintah sendiri perlu adanya harmonisasi regulasi untuk turut mendukung berkembangnya tekstil Tanah Air.

"Ketika regualasi itu memberatkan, mereka tidak akan kompetitif dengan produk-produk impor. Nah harapan kita ke depan ini sinergi yang kemudian melahirkan suatu keputusan yang win-win solution. Menguntungkan pengusaha dan negara," ungkap Bahlil.

Dengan demikian, BKPM mengagendakan pertemuan antara kementerian teknis dengan para pengusaha minggu depan. Hal itu guna mempercepat eksekusi terkait kepastian regulasi. (OL-2)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Iqbal

Rekor, Penumpang Pesawat di 19 Bandara Capai 110 Ribu

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 18:10 WIB
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang pada Kamis (28/10) mencapai 64.021 orang dengan 644...
Antara/FB Anggoro

PLN Tawarkan Suplai Listrik di WK Rokan, Pertamina Sambut Baik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 17:09 WIB
Saat ini, Pertamina tengah menunggu proposal lanjutan dari PLN. Setelah diambil alih Pertamina dari CPI, Wilayah Kerja Rokan diharapkan...
Antara

Kemenperin Akselerasi Pemerataan Pembangunan Industri Nasional

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 16:39 WIB
Pembangunan industri tidak hanya dilakukan melalui pendekatan sektoral yang diwujudkan melalui penguatan struktur industri dan berdaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya