Rabu 11 Desember 2019, 10:54 WIB

PBNU Apresiasi Sikap Tenang Banser yang Dipersekusi

Thomas Harming Suwarta | Megapolitan
PBNU Apresiasi Sikap Tenang Banser yang Dipersekusi

ANTARA FOTO/Muhammad Ibnu Chazar
Ilustrasi Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menyelesaikan pembuatan lauk pauk untuk nasi liwet saat mengikuti festival ngaliwet

 

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi salah satu kader anggota Banser NU Kota Depok, Eko, yang memilih bersikap tenang saat dipersekusi orang tak dikenal di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pada video yang beredar luas, Eko dipersekusi saat tengah melakukan pengawalan terhadap Gus Muwafik.

"Sikap sahabat Eko patut dipuji. Tenang, sabar dan tidak terpancing provokasi berupa olokan, cacian, paksaan dan tindakan yang mengesankan diri paling tahu Islam. Respon kader Banser tersebut justru membuktikan kedalaman kualitas pemahaman keagamaan warga nahdliyyin dan keluhuran akhlaknya. Sesuatu sebagaimana diajarkan oleh agama," kata Ketua Pengurus Harian PBNU Robikin Emhas dalam keterangannya, Rabu (11/12).

Dijelaskan Robikin, Islam melarang pengkafiran terhadap sesama muslim. Kata dia, semakin mudah seseorang menjatuhkan vonis kafir disebabkan idiologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia.

"Karena baginya, selain pengikut ajarannya adalah kafir. Sehingga stempel kafir disematkan kepada siapa saja yang tidak sepaham dengan ajarannya. Tidak peduli sesama pemeluk Islam yang pokok ajaran agama berupa syahadat, shalat, puasa, zakat dan hajinya sama sekali pun," ujar Emhas.

Baca juga: Viral Anggota Banser NU Diintimidasi, Kafir dong Lu!

Ia melanjutkan perilaku merasa diri paling Islam apalagi disertai akhlak tercela dengan mengolok, mencaci dan memaksa justru mencoreng wajah Islam dan menurunkan keluhuran ajaran Islam.

Sebelumnya, video dua orang anggota Banser NU dipersekusi oleh seorang pemuda viral di media sosial. Dibagikan oleh akun twitter @nahdlatululama, kejadian tersebut terjadi di daerah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hal itu menimpa anggota Banser NU Depok bernama Eko dan seorang rekannya. Keduanya dipaksa mengucapkan kata 'Takbir' bersama pelaku persekusi namun Eko dan rekannya tidak mau. Lalu pelaku sambil membentak, mengatakan : Lu Islam Bukan? Kafir dong Lu!.(OL-5)

Baca Juga

Dok MI

Bukannya Diam di Rumah, Warga Malah Tawuran di Tebet

👤Jufriansyah 🕔Kamis 02 April 2020, 00:29 WIB
Bosan tinggal di rumah selama pandemi korona bukan berarti harus...
Antara

Polri Usut 63 Kasus Hoaks Soal Covid-19

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 01 April 2020, 21:46 WIB
"Polri bakal terus melakukan patroli siber untuk mencegah beredarnya berita-berita hoaks di media sosial yang meresahkan dan menindak...
Antara/Aprilio Akbar

Kemenhub Sebut Surat Edaran BPTJ Bersifat Rekomendasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 01 April 2020, 21:14 WIB
Surat edaran tersebut bertujuan memberikan rekomendasi kepada daerah apabila sudah dikategorikan sebagai daerah yang diperkenankan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya