Rabu 11 Desember 2019, 09:00 WIB

Jelang 1.000 Hari Kasus Novel Baswedan, KPK Tagih Penuntasan

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Jelang 1.000 Hari Kasus Novel Baswedan, KPK Tagih Penuntasan

MI/ROMMY PUJIANTO
Novel Baswedan

 

WADAH Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik perintah Presiden Joko Widodo kepada Kapolri untuk segera mengumumkan hasil kasus penyerangan terhadap penyidik Novel Baswedan.

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo menyatakan pihaknya berharap pelaku penyerang Novel bisa segera terungkap untuk menciptakan kepastian hukum.

"Perintah presiden merupakan kabar baik di tengah kebuntuan kasus ini yang pada Januari 2020 nanti usianya akan mencapai 1.000 hari," kata Yudi melalui keterangan pers di Jakarta, Rabu (11/12).

Kasus Novel sudah berumur dua tahun lebih tanpa kejelasan siapa pelaku penyerangannya.

Novel diserang dua orang tidak dikenal usai menjalani Salat Subuh di masjid dekat rumahnya di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, April 2017 silam.

Baca juga: Kasat Reskrim Polres Indramayu Mangkir dari Panggilan KPK

Setelah menerima laporan dari Kapolri Idham Azis di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12), Jokowi meminta Kapolri menyelesaikan kasus tersebut dalam hitungan hari.

Adapun Jokowi sebelumnya memberi tenggat waktu sampai awal Desember 2019 bagi Polri mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel.

"Semoga dalam waktu beberapa hari ke depan kita sudah dapat mengetahui siapa pelakunya yang menjadi misteri hingga saat ini," imbuh Yudi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga mengungkapkan harapan serupa. KPK menunggu pengungkapan pelaku maupun aktor intelektual di balik penyerangan tersebut.

Menurutnya, tindakan penyerangan terhadap penegak hukum merupakan teror yang bisa saja terulang di kemudian hari jika pelakunya tidak dijerat hukum

"Risiko-risiko penyerangan juga bisa saja terjadi pada pegawai KPK yang lain atau polisi atau jaksa yang menangani kasus korupsi. Sekitar 27 hari lagi genap 1.000 hari sejak Novel diserang. Kami berharap tidak perlu sampai 1.000 hari untuk menemukan pelaku penyerangan lapangannya," ucap Febri. (OL-2)

Baca Juga

ANTARA/Mohammad Ayudha

Bawaslu Sayangkan Rendahnya Tingkat Kampanye Daring

👤Anggitondi Martaon 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 11:08 WIB
Mayoritas paslon Pilkada 2020 lebih memilih kampanye tatap muka. Metode ini dianggap rawan menyalahi aturan, salah satunya ketentuan...
ANTARA/Muhammad Adimaja

Dalam Setahun, Kejagung Jatuhkan Sanksi pada 109 Jaksa

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 07:58 WIB
Pemeriksaan oleh Direktorat Jamwas dilakukan guna menilai tingkat kebenaran dari aduan...
ANTARA/Basri Marzuki

KPU Tetapkan Jumlah DPT Pilkada 2020

👤Anggitondi Martaon 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 07:41 WIB
Jumlah pemilih yang masuk DPT mencapai 100.359.152...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya