Selasa 10 Desember 2019, 21:38 WIB

NasDem: Efek Jera Bagi Koruptor Tidak Harus Hukuman Mati

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
NasDem: Efek Jera Bagi Koruptor Tidak Harus Hukuman Mati

MI/ BARY FATHAHILAH
Ketua Fraksi NasDem MPR RI, Taufik Basari

 

KETUA Fraksi NasDem MPR RI, Taufik Basari menilai membuat jera pelaku korupsi tak melulu harus melalui hukuman mati. Efek jera menurutnya dapat muncul lewat penegakan hukum yang konsisten.

"Yang dimaksud adalah setiap terjadinya peristiwa hukum, pelanggaran hukum, ada penegakan hukumnya dan itu berjalan. Jangan kemudian beda-beda ini ini berlanjut ini tidak, atau hukumannya menjadi ringan, peristiwa yang sama beda-beda hukumannya," ujar Taufik, di gedung DPR, Jakarta, Selasa, (10/12).

Konsistensi penegak hukum dalam memberi sanksi pada koruptor menurutnya lebih penting untuk dilakukan. Pemberian hukuman harus dilakukan dengan profesional.

Nah jni persoalan konsistensi dalam penegakan hukum itulah yang akan menimbulkan efek Jera. orang akan berpikir Saya tidak punya peluang untuk berbuat kejahatan karena kalau saya berbuat kejahatan pasti dengan mudahnya saya akan dihukum. Jadi lebih ke situnya.

"Bukan soal apakah hukuman mati atau tidak. Apa lagi hukuman mati tentu ada syarat-syarat tertentu, tidak bisa gebyah-uyah, kalo ada kasus yang tak bisa masuk dalam kategori pemidanaan untuk hukuman mati, tentu kita tidak bisa bicara soal hukuman mati," ujar Taufik.

Baca juga: Hukuman Mati Koruptor Butuh Political Will Pemerintah

Ia mengatakan, NasDem ingin mengedepankan agar keadilan restoratif menjadi yang utama terapkan dalam proses pemidanaan hukum pidana ke depan. Saat ini pemidanaan harus berupa pemidanaam yang modern, bukan lagi atributif.

"Atributif itu penghukuman dengan alasan kita ingin membalas orang yang melakukan tindakan itu. Tapi sekarang ini sudah sudah restorative, sudah memperbaiki keadaan, memperbaiki korban memperbaiki termasuk pelaku," tutur Taufik.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More