Selasa 10 Desember 2019, 19:55 WIB

Omnibus Law Berpotensi Turunkan Penerimaan Pajak Pph Badan

Hilda Julaika | Megapolitan
Omnibus Law Berpotensi Turunkan Penerimaan Pajak Pph Badan

Antara
Suryo Utomo

 

DIRJEN Pajak Suryo Utomo memprediksi rencana penurunan tarif pajak penghasilan (Pph) Badan akan berdampak pada menurunya penerimaan pajak. Hal ini sebagai konsekuensi dari aturan Omnibus Law yang direncanakan menurunkan Pph Badan dari 25% menjadi 20%. Pemangkasan besaran pajak ini dilakukan secara bertahap.

"Omnibus Law ini kalau turun tarif Pph Badan maka tarif penerimaan turun kan ya. Kalau hitung-hitungannya pasti ada, saya gak bawa catatanya. Tapi saat tarif turun maka pnerimaan pasti turun," ujarnya di acara Dialog Perpajakan bersama Dirjen Pajak, Selasa, (10/12).

Pekerjaan Dirjen Perpajakan selanjutnya, menurut Suryo ialah bagaimana mencari kompensasi. Salah satu caranya adalah dengan memperluas basis penerima pajak. Ia mencontohkan dengan menjadikan e-commerce sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (Ppn). Hal ini bisa memberikan penambahan penerimaan pajak.

"Salah satu di antaranya, dengan memperluas basis tadi, e-commerce salah satunya tadi. Apabila kita letakan dia sebagai pemungut Ppn kan berarti nambah basis baru," paparnya.

Suryo kembali menegaskan untuk berfokus mencari basis pajak baru pada 2020 mendatang. Pihaknya mencoba agar masyarakat yang membayar pajak seharusnya lebih besar. Salah satunya dari sisi basis masing-masing individu wajib pajak melalui pengawasan yang proporsional. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More