Selasa 10 Desember 2019, 18:26 WIB

Ini Hukuman Bagi Koruptor, Versi Polling Iwan Fals

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Ini Hukuman Bagi Koruptor, Versi Polling Iwan Fals

Antara
Iwan Fals

 

MUSISI kondang tanah air Iwan Fals ikut urun rembug soal hukuman yang pantas bagi koruptor. Melalui akun twitternya @iwanfals pelantun single 'rekening gendut' tersebut menggelar polling sederhana, apa hukuman yang pantas bagi koruptor.

Iwan membaginya dalam tiga pilihan hukuman, yaitu hukuman mati, hukuman 1/2 mati, dan hukuman biasa saja seperti sekarang.

Setelah voting ditutup, sebanyak 2.731 yang mengikuti polling dan hasilnya 71 persen memilih koruptor dihukum mati, 24 persen dihukum 1/2 mati, dan 5 persen yang menghendaki hukuman bagi koruptor seperti yang sekarang sudah berjalan.

Sebelumnya Iwan mengomentari pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan jika rakyat berkehendak Jokowi Setuju Jika Koruptor Dihukum mati. "Wuihhh jreeng," cuit iwan.

Namun demikian, pernyataan Jokowi soal hukuman mati koruptor ditanggap berbeda oleh Anggota Komisi III dari Fraksi PKS Nasir Djamil.

Dia mengingatkan Presiden Joko Widodo telah keliru dalam menyampaikan hukuman mati bagi terpidana korupsi. Menurut Djamil, hukuman mati bagi terpidana korupsi sudah tercantum dalam Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

"Sebenarnya hukuman mati bagi koruptor itu sudah diatur juga dalam UU tindak pidana korupsi, jadi tidak harus kemudian apa kalau dikehendaki oleh masyarakat. Pak Jokowi menurut saya keliru, kalau mengatakan hukuman mati itu berdasarkan kehendak masyarakat," kata Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12).

Sebelumnya Presiden Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Anti-Korupsi di SMKN 57, Jakarta, Senin (10/12), mengatakan hukuman bagi pelaku tindak pidana korupsi (tipikor) bisa saja diterapkan jika itu merupakan kehendak masyarakat.

"Kalau masyarakat berkehendak seperti itu dalam rancangan UU Pidana Tipikor (hukuman mati) itu dimasukkan," kata Jokowi. (OL-11)

Baca Juga

Antara

Polri Terus Buru Penimbun Masker dan Hand Sanitizer

👤Yakub Priyatma Wijayaatmaja 🕔Kamis 02 April 2020, 20:15 WIB
Asep menjelaskan bahwa kasus yang ditangani tidak hanya menyangkut penimbunan, tetapi juga menaikkan harga masker atau hand sanitizer...
Antara

Beda dengan Jubir Presiden, Mensesneg Ajak Masyarakat tidak Mudik

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 02 April 2020, 19:57 WIB
Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah...
MI/Susanto

DPR Bawa RUU Pemasyarakatan & RKUHP ke Paripurma Pekan Depan

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Kamis 02 April 2020, 19:37 WIB
Komisi III mengatakan membutuhkan waktu setidaknya seminggu untuk merampungkan penyusunan kedua RUU...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya