Selasa 10 Desember 2019, 15:46 WIB

Jelang Natal, PT KAI Siagakan Personel di Titik Rawan Bencana

Lilik Darmawan | Nusantara
Jelang Natal, PT KAI Siagakan Personel di Titik Rawan Bencana

MI/Lilik Darmawan
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro coba charger gowes atau mengisi daya baterai telepon seluler dengan mengayuh

 

MENJELANG pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru pada 19 Desember - 5 Januari tahun ini, PT KAI siagakan personel tambahan dititik rawan bencana untuk kelancaran kereta api.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pihaknya bersama tim turun ke lapangan baik di jalur utara maupun jalur selatan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan angkutan Natal dan Tahun Baru.

''Yang perlu diwaspadai adalah adanya peningkatan curah hujan yang bisa memicu bencana. PT KAI, termasuk Daop 5 Purwokerto, telah memetakan titik-titik rawan bencana longsor, banjir maupun ambles. Nantinya, akan disiapkan petugas ekstra untuk menjaga titik-titik rawan tersebut,'' kata Edi saat berada di Stasiun Besar Purwokerto, Jawa Tengah, pada Selasa (10/12).

Dijelaskan oleh Edi, selain menyiapkan petugas di wilayah rawan, ada juga penyiapan alat material untuk siaga (Amus) yang ditempatkan di
sejumlah stasiun.

''Amus telah disiapkan di staisun-stasiun tertentu. Sehingga persiapan menghadapi bencana telah siap. Meski demikian, kami berharap hujan tidak esktrem atau tutun dengan intensitas tinggi,''ujarnya.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh PT KAI, terdapat 351 titik rawan di seluruh Jawa dan Sumatera yang perlu mendapatkan perhatian ekstra yaitu. 99 titik rawan banjir, 157 titik rawan longsor, 85 titik amblesan, dan 10 titik pencurian.

''Kami menyiapkan 477 petugas pemeriksa jalur ekstra, 908 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, 355 petugas posko daerah rawan ekstra, serta 11.191 personel keamanan yang bekerja sama dengan TNI-Polri. Di samping itu, KAI juga menyediakan alat dan material yang ditempatkan tersebar di 192 titik. Hal tersebut bertujuan jika dalam keadaan darurat, perbaikan dapat segera dilakukan,'' ungkapnya.

Edi menambahkan, prediksi  kenaikan volume penumpang kereta api menjadi 5,9 juta penumpang atau naik 4% dibanding tahun 2018 yaitu sebanyak 5,6 juta penumpang. Guna mengakomodasi lonjakan penumpang tersebut, KAI akan menjalankan 374 KA Reguler dan 30 KA Nataru atau total 404 Perjalanan KA, naik 2% dibandingkan 2018 sebanyak 394 KA.

Sementara Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto menambahkan khusus di Daop 5, kenaikan volume penumpang diprediksi juga 4%. Jumlah penumpang diperkirakan akan mencapai 283 ribu lebih atau naik dari 274 ribu lebih. ''Volume penumpang akan mencapai puncaknya mulai 24 Desember hingga 1 Januari 2020,'' tambahnya.(OL-11)

 

Baca Juga

MI/Tosiani

Aliran Adem Hatie Berkembang Pesat di Temanggung

👤Tosiani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:56 WIB
Kendati para anggotanya berasal dari berbagai agama, namun sekte Adem Hatie ini bukanlah agama. Semua anggota memuja Dewa Tan Tik Sioe atau...
MI/Agus Utantoro

Amenitas Pariwisata Wajib Antisipasi Risiko Penyebaran Covid-19

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:48 WIB
Cuti bersama dan liburan panjang harus diantisipasi agar tidak terjadi penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Indonesia Butuh Lab Mampu Periksa Sampel Uji Usap

👤Agus Utantoro 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 10:21 WIB
Politisi Partai NasDem Enggartiasto Lukita mengatakan, untuk menangani sebaran covid-19, Indonesia memerlukan lebih banyak lagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya