Selasa 10 Desember 2019, 15:41 WIB

Kontur Jalan Japek Elevated II belum Mulus

Gana Buana | Megapolitan
Kontur Jalan Japek Elevated II belum Mulus

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Suasana Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek Km 28, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/12/2019).

 

JELANG pengoperasian pada 20 Desember, kontur badan jalan tol Jakarta Cikampek (Japek) Elevated II masih belum mulus. Terutama bagian sambungan badan jalan hingga menimbulkan gelombang.

“Kami upayakan penyempurnaan siar muai (expansion joint) sebelum dibuka secara fungsional,” ungkap Pimpinan Proyek Tol Jakarta Cikampek II (elevanted) Suchandra Hutabarat, Selasa (10/12).

Ia menjelaskan penyempurnaan pemasangan expansion joint akan dilakukan mulai malam ini. Ada beberapa titik yang harus disempurnakan. Sebab, temuan terhadap expansion joint yang dirasa tidak membuat nyaman pengguna tol terjadi saat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau langsung kesiapan pengoperasian Tol Layang Jakarta-Cikampek, Minggu (8/12) lalu.

Baca juga: Pengoperasian Tol Japek II Mundur ke 20 Desember

Seperti diketahui, expansion joint atau siar muai merupakan bahan yang dipasang di antara sambungan yang terdapat di badan jembatan. Sambungan ini berfungsi untuk mengakomodasi gerakan yang terjadi saat dilintasi kendaraan.

“Malam ini kita upayakan sudah selesai dilakukan penyempurnaan expansion joint,” lanjut dia.

Tol Layang Jakarta-Cikampek II ini rencananya akan mulai difungsikan pada 20 Desember. Ruas jalan tol layang yang melintang sepanjang 36,4 kilometer mulai dari simpang susun Cikuning hingga Karawang Barat ini dilengkapi dengan tilang elektronik juga akan dijaga Kepolisian yang disiagakan tiap 4 kilometer. Aparat mengawasi badan jalan dan melakukan penegakan hukum bagi pelanggar dengan penerapan tilang elektronik.

Dengan adanya tol ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek eksisting saat arus mudik Natal 2019 dan Tahu Baru 2020.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More