Selasa 10 Desember 2019, 15:09 WIB

Polisi Sita 2,4 Ton Mi Berformalin di Palembang

Dwi Apriani | Politik dan Hukum
Polisi Sita 2,4 Ton Mi Berformalin di Palembang

Mi/Dwi Apriani
Mi berformaslin yang dibungkus puluan karung disita Polda Sumsel

 

SEBANYAK 2,4 ton mi basah mengandung formalin disita Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Selatan (Sumsel). Dalam rilis ungkap kasus di Mapolda Sumsel, Selasa (10/12).

Mi tersebut berada di dalam puluhan karung putih, didalam bak mobil pick up. Dalam satu karung putih itu berkisar sekitar 100-150 kilogram (kg)

Dari kasus itu diamankan pula seorang pengusaha mi berformalin, Frengky,56. Dia ditangkap karena sudah membuka usaha produksi mi rumahan dengan campuran bahan berbahaya formalin. Usahanya berada di Padang Selasa, Bukit Kecil, Palembang.

''Kita ungkap kasus terkait pangan berbahaya. Kita amankan satu pelaku, pemilik usaha dan mengamankan 2,4 ton mi mengandung formalin,'' ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain.

Ia menerangkan, tersangka Frenky ini ditangkap saat hendak mengedarkan mi berformalin di sejumlah pasar tradisional. Selain mi berformalin, dari pabrik milik Frengky juga diamankan 19 liter formalin dalam wadah penyimpanan.

''Tersangka ini sudah memproduksi mi berbahaya ini sekitar lima tahun. Di pabriknya ditemukan juga ada 19 liter formalin. Berikut kita amankan juga pick up yang dipakai untuk mengantar hasil produksi mi berformalin ini,'' jelasnya.

Zulkarnain menuturkan, bukan hanya di Palembang saja, mi berformalin ini juga diedarkan di kabupaten lain seperti Banyuasin, OKI, Ogan Ilir hingga Kota Prabumulih.

''Mi formalin diproduksi khusus untuk mi celor, mie ayam dan mi rujak. Jadi mi ini berbahaya jika beredar di pasaran. Tidak baik untuk tubuh manusia dan merugikan masyarakat banyak,'' jelasnya.

Sementara itu, penyidik PPNS Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang, Aria Nofrizal mengatakan, jika dilihat secara kasat mata tidak dapat dibedakan apakah mi ini mengandung formalin atau sebaliknya. Namun bisa diketahui dari masa tahan mi tersebut.

''Jika lebih dari dua hari mi masih bagus artinya mengandung formalin. Karena mi yang baik biasanya hanya tahan maksimal dua hari. Lebih dari itu, mi akan berubah menjadi lembek dan berlendir,'' kata dia.

Atas perbuatanya, tersangka kini ditahan di Mapolda Sumsel, dimana tersangka ini dijerat UU Pangan dengan ancaman 5 tahun penjara. (OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More