Selasa 10 Desember 2019, 13:56 WIB

Indonesia Ranking 4 di ASEAN Soal Pembinaan UMKM

Damar Iradat | Ekonomi
Indonesia Ranking 4 di ASEAN Soal Pembinaan UMKM

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Perajin merapikan tas anyaman rotan buatannya yang dipamerkan dalam salah satu pameran di Jakarta

 

PEMBINAAN usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Saat ini, Indonesia masih berada di peringkat keempat di ASEAN dalam pembinaan UMKM.

Namun begitu, Presiden Joko Widodo optimistis posisi itu bisa diubah jika seluruh pihak mendorong pembinaan UMKM.

"Karena kita tahu urusan pembinaan usaha kecil dan mikro Indonesia masih di ranking keempat di ASEAN. Ya udah lumayan dari 10 negara, kita ranking keempat," kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12).

Menurut dia, kehadiran TPAKD diharapkan dapat menghasilkan hasil konkret. Sehingga, literasi keuangan Indonesia prosentasenya naik lebih cepat dan tinggi.

Ia meyakini TPAKD akan bekerja maksimal seperti Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dulu. Saat masih ada, TPID bisa menekan inflasi daerah dari angka 8-9 menjadi 3,1-3,2.

Kepala Negara menyebut tim bentukan Bank Indonesia itu bekerja dengan efektif saat itu, sehingga inflasi di daerah dapat turun drastis. Oleh karena itu, ia berharap TPAKD juga bisa bekerja dengan baik.

"Kalau bisa kita kelola dengan manajemen yang baik, saya meyakini inklusi keuangan dan literasi keuangan kita bisa meloncat naik sehingga masyarakat mudah mengakses keuangan, baik itu menabung, maupun mencari kredit di lembaga keuangan, baik di perbankan kita," tuturnya.

Baca juga: Bank Wakaf Mikro Melatih dan Memberdayakan UMKM

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meminta kementerian dan lembaga kompak dalam mengembangkan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pemberdayaan UMKM mesti dilakukan secara terpadu dan terintegrasi.

"Jangan sampai berjalan sendiri-sendiri sehingga pembiayaan UMKM betul-betul terintegrasi, terpadu, baik dalam menetukan sektor prioritas, langkah strategis, maupun desain pembiayaan," kata Jokowi memimpin ratas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/12).

Jokowi mengungkapkan terdapat 18 kementerian dan lembaga dengan program UMKM yang saling tumpang tindih. Total skema pembiayaannya bisa mencapai Rp30 triliun yang masih tersebar dan belum terfokus.

"Begitu juga anggaran masih tersebar, pembiyaan juga masih tersebar," ungkapnya.

Presiden pun menekankan pentingnya kebijakan satu pintu atau one build policy agar UMKM memperoleh pengaksesan sumber pembiayaan, manajemen keuangan hingga urusan pengemasan atau branding produk.(OL-5)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Mentan Pastikan Stok Gula Aman Hadapi Virus Korona dan Ramadan

👤Denny Parsaulian S 🕔Kamis 02 April 2020, 20:21 WIB
Mentan SYL menegaskan pihaknya akan terus berupaya memastikan ketersediaan gula masyarakat dengan harga yang...
DOK KEMENTAN

Stok Pangan Aman Hingga Agustus, Kementan Turut Awasi Distribusi

👤Denny Parsaulian S 🕔Kamis 02 April 2020, 20:07 WIB
Saat ini pemerintah memiliki data perkiraan pasokan ketersediaan pangan strategis nasional untuk Maret hingga Agustus...
MI/Adam Dwi

REI Minta Bank Respons Beleid OJK soal Stimulus Dampak Korona

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 02 April 2020, 19:45 WIB
Dengan peraturan itu, dipastikan pelaku usaha sektor properti nasional akan mengajukan restrukturisasi kredit akibat terdampak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya