Selasa 10 Desember 2019, 13:17 WIB

Presiden Dorong Masyarakat Sadar Menabung Sejak Dini

Damar Iradat | Ekonomi
Presiden Dorong Masyarakat Sadar Menabung Sejak Dini

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Presiden Joko Widodo (tengah) di acara Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)

 

KESADARAN masyarakat untuk menabung harus ditanamkan sejak dini ke seluruh pelosok negeri. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

"Sedini mungkin bisa untuk bisa mengakses ke perbankan agar mereka berbondong-bondong belajar menabung. Bisa dari SD, SMP, SMA, SMK," kata Jokowi di Hotel Mulia, Senayan, Selasa (10/12).

Jokowi menjelaskan, saat ini angka literasi keuangan Indonesia masih 35%, sementara angka inklusi keuangan mencapai 75%. Menurut dia, Indonesia masih memiliki ruang yang besar untuk mendorong masyarakat agar bisa mengakses keuangan.

Kepala Negara juga ingin masyarakat sadar akan urusan kredit. Saat ini, pemerintah juga sudah memiliki program Bank Wakaf Mikro di sejumlah pesantren.

"Meskipun sekarang ini baru 55 pondok pesantren. InsyaAllah segera kita teruskan agar bertambah terus," ujar dia.

Baca juga: Jokowi belum Mau Beberkan Nama Dewan Pengawas KPK

Di sisi lain, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, saat ini, sudah terbentuk kelompok-kelompok usaha yang akan menjadi klaster seperti holding perusahaan. Sehingga nantinya Indonesia memiliki korporasi yang terdiri dari perusahaan-perusahaan kecil, mikro yang bisa mengakses ke market place, baik nasional maupun global.

Selain Bank Wakaf Mikro, pemerintah juga telah memiliki program Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Saat ini, jumlah nasabah Mekaar sudah mencapai 5,9 juta di seluruh Indonesia.

"Di PNM Mekaar bisa mengambil kredit, pertama Rp2 juta, bisa naik sampai Rp10 juta. Sudah 5,9 juta nasabah. Ini ekosistem sudah terbentuk, tinggal kita membawa mereka supaya bisa naik kelas," jelasnya.

Ia menilai, masyarakat daerah lebih disiplin dalam membayar iuran kredit. Mereka, kata Jokowi, memiliki kedisiplinan, kejujuran, dan itikad yang baik untuk mengembalikan pinjaman modal.

"Kalau tidak kita berikan sebuah ruang yang besar untuk bisa kita tambah plafonnya, ya kebangetan kita," tutur Jokowi.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More