Selasa 10 Desember 2019, 11:57 WIB

Hujan Dua Jam, Kudus Dilanda Banjir dan Angin Ribut

Akhmad Safuan | Nusantara
Hujan Dua Jam, Kudus Dilanda Banjir dan Angin Ribut

Antara
Warga mencari ikan di persawahan terendam banjir di Desa Wonosoco, Undaan, Kudus, Jateng, Senin (2/12/2019). Kini wilayah itu banjir lagi.

 

HUJAN lebat melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyebabkan Sungai Londo di Kecamatan Undaan, Kudus meluap dan mengakibatkan Desa Wonosoco diterjang banjir bandang pada Senin (9/12/2019) malam. Saat ini ratusan warga, petugas dari BPBD Kudus, kepolisian dan TNI hingga jelang siang berusaha membantu warga Desa Wonosoco, dengan membersihkan sampah dan lumpur akibat banjir bandang.

Dalam waktu bersamaan hujan deras disertai angin kencang di kawasan itu tidak hanya mengakibatkan banjir bandang, tetapi juga merusak sekaligus merobohkan beberapa rumah warga di Desa Kutuk, Kecatamatan Undaan.

"Sejak pagi setelah air surut kami bahu membahu membersihkan sampah dan lumpur yang dibawa banjir di rumah-rumah warga," kata Winarno, salah seorang warga Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus.

Banjir itu cukup cepat datangnya, ujar warga lain, hingga ketinggian di atas lutut orang dewasa. Namun air cepat surut.

"Sudah tiga kali desa ini dilanda banjir tahun ini," ungkapnya.

Kepala Polsek Undaan Ajun Komisaris Anwar mengatakan bencana melanda dua desa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini warga masih melakukan inventarisasi kerigian bangunan dan harta benda.

"Kita telah turunkan petugas untuk membantu meringankan beban warga,"  imbuhnya.

baca juga: 930 Aparat Siaga Pada Hari HAM di Jayapura Antara | Nusantara

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Bergas mengatakan bencana banjir terjadi akibat hujan deras selama dua jam mengguyur wilayah itu. Akibatnya volume air Sungsi Londo meningkat dratis dan meluap mengakibatkan banjir di Desa Wonosoco. Sedangkan bencana angin ribut di Desa Kutuk, lanjut Bergas, mengakibatkan beberapa bangunan rumah rusak serta puluhan pohon tumbang.

"Kita terus lakukan inventarisasi kerusakan," tambahnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More