Selasa 10 Desember 2019, 15:30 WIB

Tidak Terima Disebut Preman, Henry Yoso Ancam Gebukin Andi Arief

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Tidak Terima Disebut Preman, Henry Yoso Ancam Gebukin Andi Arief

MI/ROMMY PUJIANTO
Henry Yosodiningrat

 

CICITAN politikus Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Henry Yosodiningrat seperti preman karena memilih melaporkan Rocky Gerung ke polisi berbuntut panjang.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDIP tersebut geram dengan ungkapan Andi tersebut dan mengancam akan mendatangi rumah Andi untuk memukulnya.

"Saya sayangkan lagi putra daerah Lampung (Andi Arief) mentweet dalam twitternya mengatakan politisi PDIP sekarang faksi otot meninggalkan faksi otak sehat. Makanya preman seperti Henry Yosodiningrat. Astafirullahalazim. Gue samperin ke rumah, gue gebukin di depan bini sama anaknya," kata Henry geram seperti tampak dalam potongan video singkat yang dibagikan Andi Arief melalui akun Twitter @AndiArief_ Selasa (10/12).

Dari video tersebut, Henry tampak tengah menyampaikan sambutan dalam acara Silaturahmi Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dengan Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan di Jakarta, Senin (9/12).

Baca juga: Terkait Rocky Gerung, Andi Arief Sebut PDIP Dikuasai Faksi Otot

Menanggapi ancaman Henry tersebut Andi menanggapi dengan santai.

"Saya tidak ahli baku hantam, tapi saya menanti kedatangan Henriyosodiningrat yang mengancam akan menggebuk saya di depan anak istri. Kabarkan saja jam berapa. Saya tunggu. Saya tidak akan lapor polisi," cicit Andi.

Sebelumnya Andi mengeritik langkah Henry yang melaporkan Rocky Gerung ke polisi karena dianggap menghina Presiden Jokowi dengan menyebut Jokowi tidak mengerti Pancasila.

"Kawan-kawan PDIP yang sekarang ada dan mendapatkan posisi dalam partau dan kekuasaan mayoritas PDIP faksi otot faksi otak tersingkir. Itu penjelasan kenapa preman seperti Hendriyosodiningrat melaporkan Rocky Gerung," cicit Andi. (OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More