Selasa 10 Desember 2019, 10:30 WIB

Putin dan Zelinsky Sepakati Pertukaran Tahanan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Putin dan Zelinsky Sepakati Pertukaran Tahanan

AFP/Ian LANGSDON
Pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kedua dari kanan) di Paris, Prancis.

 

PEMIMPIN Rusia dan Ukraina, Selasa (10/11) sepakat menukar semua tahanan yang tersisa dari konflik di Ukraina timur pada akhir tahun ini.

Namun, pertemuan puncak itu menyisakan pertanyaan sulit tentang status kawasan di Ukraina timur yang tidak terselesaikan dalam pertemuan tatap muka pertama mereka.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menghabiskan sembilan jam dalam diskusi di Paris dalam pertemuan puncak yang ditengahi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Lebih dari 13.000 orang terbunuh dan ratusan ribu lainnya terpaksa lari dari rumah mereka sejak konflik di Ukraina bagian timur pecah pada 2014, memperburuk keretakan paling dalam antara Rusia dan Barat sejak Perang Dingin.

Baca juga: Putin dan Zelensky Bertemu Bahas Konflik Ukraina Timur

Pertemuan untuk pertama kalinya sejak Zelensky, seorang komedian yang beralih menjadi politikus, terpilih awal tahun ini dengan janji menyelesaikan konflik, bahasa tubuh antara kedua pemimpin tampak dingin. Tidak ada jabat tangan di depan umum, dan mereka menghindari kontak mata.

Komunike terakhir KTT menetapkan pertukaran tahanan, serta komitmen baru untuk mengimplementasikan perjanjian gencatan senjata di wilayah Donbass.

Sangat sedikit

Selain itu, Zelenskyy mengatakan dia dan Putin telah menyusun garis besar perjanjian yang akan memungkinkan berlanjutnya transit gas alam Rusia di seluruh Ukraina.

Seorang anggota delegasi Rusia mengatakan para pejabat telah diperintahkan untuk segera menindaklanjutinya dengan rincian.

"Kami telah membuat kemajuan dalam pelepasan, pertukaran tahanan, gencatan senjata dan evolusi politik," kata Macron pada konferensi pers tempat Zelenskyy dan Putin duduk terpisahkan oleh Merkel dan Macron.

Tidak ada kesepakatan yang pasti tentang isu-isu politik yang menghalangi penyelesaian konflik, termasuk status Donbass di Ukraina, kontrol perbatasan antara Donbass dan Rusia, dan bagaimana pemilihan lokal di wilayah tersebut harus dilaksanakan.

Zelensky mengungkapkan rasa kecewa.

"Banyak pertanyaan yang terselesaikan dan rekan-rekan saya mengatakan itu adalah hasil yang sangat bagus untuk pertemuan pertama," kata presiden Ukraina setelah pembicaraan. "Tapi jujur sangat sedikit yang dicapai, saya ingin menyelesaikan sejumlah besar masalah."

Kesepakatan lain adalah kedua belah pihak akan mengadakan putaran pembicaraan lain yang disebut sebagai 'format Normandia', yang ditengahi oleh Prancis dan Jerman, dalam waktu empat bulan. (AFP/Al Jazeera/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More