Selasa 10 Desember 2019, 09:40 WIB

Bumikan Pancasila BPIP Gandeng Lemhannas

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Bumikan Pancasila BPIP Gandeng Lemhannas

ANTARA/Zuhdiar Laeis
Plt Kepala BPIP Prof Hariyono (tiga dari kanan) dan Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo (tiga dari kiri).

 

BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional ­(Lemhannas) untuk mengkaji aspek-aspek ­Pan­­casila sesuai dengan ­kon­teks keki­nian.

“Lemhannas kan memiliki tugas dan fungsi yang tidak jauh berbeda dengan BPIP, yakni bagaimana menjaga pertahanan nasional, salah sa­­tunya membumikan Panca­sila,” kata Pelaksana Tugas (Plt) BPIP Prof Hariyono seusai ­penandatanganan nota kese­pahaman (MoU) antara BPIP dan Lemhannas untuk mendukung pelaksanaan dan pembumian Pancasila di Indonesia, di ­Jakarta, kemarin.

Menurut dia, Lemhannas sebagai lembaga yang sarat dengan kegiatan pengkajian akan digandeng untuk ­melakukan kajian bersama terhadap ­Pancasila.

“Sebagai lembaga yang penuh dengan kajian, ­Lemhannas juga mengkaji aspek-aspek Pancasila sesuai konteks kekinian, perkembangan zaman, agar tidak terjadi distorsi,” paparnya.

Dengan kajian yang dilakukan BPIP dan Lemhannas, kata dia, Pancasila mulai kelahirannya hingga konsep Pancasila sebagai dasar negara diberikan narasi yang cukup.

“Dengan narasi yang ­cukup, tidak ada lagi pandangan bahwa Pancasila bertentangan dengan agama atau Pancasila ingin menggantikan agama,” tukas Hariyono.

Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo ­mengapresiasi kerja sama tersebut. Ke depan, Agus berharap relasi yang terjalin kedua pihak bisa lebih erat dan semakin banyak kerja sama yang terlaksana.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak generasi milenial untuk menangkal penyebaran paham radikal melalui dunia maya atau media sosial seiring dengan perkembangan zaman.

Kasubdit Kontra Propaganda Direktorat Pencegahan Deputi I BNPT, Kolonel Pas Sujatmiko, mengatakan sudah ada 780 orang dari 13 provinsi di Indonesia yang disematkan sebagai duta damai di media sosial. “BNPT sudah ­membentuk du­­ta-duta damai dunia maya yang sekarang sudah terbentuk di 13 provinsi, salah satunya di Jawa Barat.” (Gol/Ant/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More