Selasa 10 Desember 2019, 10:15 WIB

PBB Serukan Kepemimpinan Pemuda dalam Penegakan HAM di Dunia

Thomas Harming Suwarta | Internasional
PBB Serukan Kepemimpinan Pemuda dalam Penegakan HAM di Dunia

AFP/CRISTINA QUICLER
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet

 

PBB mengangkat tema 'Youth Standing Up for Human Rights' pada peringatan Hari HAM Internasional, hari ini, Selasa (10/12).

Tema itu ingin menegaskan sentralnya peran pemuda untuk mengambil kepemimpinan secara aktif dalam berbagai upaya penegakan hak asasi manusia di dunia. Pemuda sudah saatnya menjadi inspirasi bagi masa depan hak asasi manusia yang lebih baik lagi.

Hal itu disampaikan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet dalam pernyataannya memeringati Hari HAM Internasional seperti dilansir dari laman www.un.org.

"Dengan seruan ini, kami ingin mengajak semua potensi kaum muda di seluruh dunia sebagai agen perubahan yang konstruktif, untuk memperkuat suara mereka, dan untuk melibatkan mereka bersama komunitas global dalam upaya promosi dan perlindungan hak-hak asasi manusia," ungkap Bachelet.

Baca juga: Demo Warnai Perhelatan COP25

Mantan Presiden Cile tersebut menegaskan betapa pentingnya peran pemuda saat ini dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan karena masa depan merekalah yang akan menjadi taruhannya.

"Bahwa orang-orang muda kian menyadari masa depan merekalah yang dipertaruhkan dan masa depan semua orang yang bahkan belum dilahirkan. Mereka juga menyadari bahwa merekalah yang nanti akan menanggung konsekuensi penuh dari tindakan, atau kurangnya tindakan dari generasi yang lebih tua yang saat ini menjalankan pemerintahan dan bisnis yang membuat pembuat keputusan penting di semua negara di dunia," lanjut Bachelet.

Ditambahkan Bachelet, perjuangan ini tentu tidak serta merta diberikan sepenuhnya pada anak-anak muda tetapi secara bersama-sama.

"Kaum muda tentu tidak bisa sendirian mengatasi keadaan darurat perubahan iklim atau banyak krisis hak asasi manusia lainnya yang saat ini menyebabkan turbulensi di banyak negara di dunia. Kita semua harus berdiri bersama, dalam solidaritas, dan bertindak dengan prinsip dan urgensitas yang tinggi. Kita harus mampu menegakkan prinsip-prinsip hak asasi manusia universal yang telah diupayakan dengan susah payah untuk menopang perdamaian, keadilan dan pembangunan berkelanjutan. Dunia di mana tidak ada penghormatan terhadap HAM adalah dunia yang melangkah mundur ke masa lalu yang lebih gelap, yaitu saat yang kuat memangsa yang lemah dengan sedikit atau tanpa penegakan hukum atau moral sedikit pun," tegas Bachelet.

Hari Hak Asasi Manusia diperingati setiap tahun pada tanggal 10 Desember, hari saat Majelis Umum PBB mengadopsi, pada 1948, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia.

Dokumen itu menjadi tonggak sejarah yang menyatakan hak-hak yang tidak dapat dicabut yang secara inheren melekat pada setiap individu sebagai manusia terlepas dari ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, bahasa, politik atau, suku bangsa, status sosial kebangsaan atau sosial, dan lainnya. (OL-2)

Baca Juga

AFP/STR

Bus di Tiongkok Masuk Jurang, 21 Tewas

👤Antara 🕔Selasa 07 Juli 2020, 20:13 WIB
Sedikitnya 12 truk pemadam kebakaran, perahu karet dan 97 petugas SAR termasuk 17 penyelam dikerahkan ke lokasi kejadian, demikian Guizhou...
AFP/Getty Images/Justin Sullivan

Menlu AS Pertimbangkan Larangan Aplikasi Medsos Tiongkok

👤Antara 🕔Selasa 07 Juli 2020, 19:21 WIB
Sejumlah anggota parlemen AS telah menyampaikan isu tentang kekhawatiran keamanan nasional atas penanganan data pengguna...
AFP

12 Negara Ini Terbebas dari Korona, Mana Saja?

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 Juli 2020, 18:40 WIB
Hampir 11,6 juta orang di seluruh dunia kini telah didiagnosis dengan Covid-19, dan lebih dari 537.000 telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya