Selasa 10 Desember 2019, 07:32 WIB

Lebih Murah dan Aman, PGN Gencar Jaring Sektor UMKM

Dwi Apriani | Nusantara
Lebih Murah dan Aman, PGN Gencar Jaring Sektor UMKM

MI/Dwi Apriani
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda melihat secara langsung pemasangan jaringan gas untuk masyarakat di wilayah Kota Palembang.

 

SEBAGAI perusahaan subholding yang bergerak dibidang penyediaan gas, PT Perusahaan Gas Negara (Tbk) terus mengembangkan bisnisnya. Tidak hanya  menggarap industri, kini PGN juga fokus pada pengembangan penggunaan energi gas bumi bagi sektor UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) yang ada di Kota Palembang.

Hal itu sesuai dengan komitmen PGN dalam meneruskan energi baik gas bumi ke pelanggan terutama UMKM, serta memberikan layanan menyeluruh bagi seluruh pelanggan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sales Area Head PGN Area Palembang, Agus Muhammad Mirza mengatakan, pelanggan UMKM saat ini dinilai sangat potensial untuk memanfaatkan gas bumi yang disalurkan PGN.

Untuk itu, selain sektor industri besar, pihaknya pun gencar membangun dan memasang jaringan gas untuk sektor berdaya UMKM tersebut.

"PGN Area Palembang terus menyalurkan energi gas bumi ke semua pelanggan UMKM atau biasa kita sebut komersial yang ada di wilayah Palembang dan Sumsel pada umumnya. Karena kita menilai pasarnya masih sangat potensial," kata Mirza, Senin (9/12/2019).

Ia menjelaskan, PGN mulai menyalurkan gas bumi untuk wilayah Palembang terhitung sejak 1998 dengan porsi jumlah pelanggan saat ini mencapai 91 pelanggan komersial industri di Kota Palembang. Dan pada penghujung 2019, PGN kembali menyalurkan energi gas bumi ke beberapa pelanggan UMKM di Palembang.

"Di akhir 2019 ini, kita sudah menambah dan menggencarkan pemasakan gas bumi kepada tujuh pelanggan sektor komersial, di antaranya lima gerai rumah makan, satu usaha laundry (jasa cuci) dan satu hotel. PGN tetap optimistis bahwa energi gas bumi masih akan menjadi prioritas utama solusi energi yang ramah lingkungan," lanjut Mirza.

Ia mencontohkan baru-baru ini PGN memasang jaringan gas bumi untuk satu UMKM restoran Gili Trawangan di Kompleks Palembang Square.

"Ini salah satu dari banyaknya UMKM yang kita alirkan gas. Mereka (Restoran Gili Trawangan) kini bisa menikmati gas bumi," jelasnya.

Diakuinya, UMKM ini akan menggunakan gas bumi sebanyak 3.000-4.000 meter kubik per bulannya. Hal ini tercatat dalam kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) untuk restoran Gili Trawangan tersebut.

"Dengan harga gas bumi PGN sebesar Rp6.400 per meter kubik secara otomatis pelanggan akan merasakan hemat dan efisiensi saat menggunakan gas bumi tersebut. Ini yang juga dirasakan pelanggan lainnya,"  jelasnya.

Belum lama ini PGN juga memasang jaringan gas untuk Medis Centra Asia, Kopitiam Rajawali, Brasserie KM 5 dan Brasserie Central di Jalan Mayor Ruslan.

"Dalam waktu dekat kedepan kita akan mengaliri gas ke Hotel Harper dan XO Veteran. Namun saat ini masih menunggu perjanjian," ungkap Mirza.

Pihaknya berharap akan lebih banyak UMKM dan pelaku sektor bisnis lainnya yang memanfaatkan jaringan gas PGN. Apalagi secara umum gas bumi memiliki peran penting dalam bauran energi untuk mencapai kedaulatan energi nasional.

Oleh karena itu, PGN dalam menjalankan peran sebagai subholding gas akan terus membangun dan mengembangkan insfrastruktur gas bumi untuk menjangkau wilayah-wilayah baru di berbagai daerah.

"Ada banyak manfaat yang didapat pelanggan jika sudah teraliri gas bumi. Efisiensi tentu. Dan dapat menyokong bertambahnya keuntungan dalam sisi bisnis yang dijalankannya (pelaku usaha)," jelasnya.

Secara rinci, Mirza menyebut ada beberapa poin utama kelebihan gas bumi dibandingkan dengan gas dari tabung yakni tingkat keamanan yang lebih terjamin serta kemudahan dalam mendapatkannya.

"Gas bumi langsung disalurkan kepada pelanggan melalui pipa yang tertanam di bawah tanah, tidak perlu isi ulang dan bisa dipakai langsung tanpa harus repot gonta-ganti tabung," ujarnya.

Dan saat ini gas bumi menjadi bahan bakar alternatif yang semakin dicari oleh konsumen. Utamanya oleh pelanggan sektor komersial, karena tidak dapat dipungkiri memang dari sisi efisiensi dan safety jauh lebih baik. Pada kesempatan itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Selatan, Herlan Asfiudin mengatakan, pengguna jaringan gas dari PGN di wilayahnya baru sebagian yang menggunakan gas bumi, karena belum semua wilayah dilalui jalur gas milik PGN.

"Hotel-hotel besar dan restoran di pusat kota sudah banyak menggunakan gas dari PGN. Karena memang dilewati jalur gas PGN ini. Namun yang tidak berada di jalur jaringan gas dari PGN juga masih banyak yang belum menikmati gas ini. Kita berharap bisa meluas lagi pemasangannya," harap Herlan.

Adapun hotel-hotel besar di pusat kota dan restoran, yang berada di sepanjang Jalan POM IX sudah sebagian terpasang jaringan gas PGN. Seperti Hotel Arista Palembang, Hotel Aryaduta Palembang dan sebagainya. Meski begitu, Herlan mengakui masih banyak juga hotel dan restoran yang belum terpasang jaringan gas dari perusahaan sub holding tersebut.

"Hotel dan restoran lain masih banyak yang menginginkan bisa terpasang instalasi gas ini," ucapnya.

Keinginan para pemilik hotel dan UMKM menggunakan gas bumi karena lebih aman dan efisien dalam pengeluaran.

"Berdasar laporan yang masuk ke kita (PHRI Sumsel), mereka yang sudah menggunakan jaringan gas ini benar-benar sudah merasakan manfaatnya. Dengan menggunakan gas dari PGN ini efeknya sangat besar dalam hal mengurangi biaya belanja gas. Lebih murah dan hemat dalam pengeluaran belanja gas, dibanding menggunakan tabung gas biasa," terang Herlan.

Hotel dan restoran merupakan pelanggan yang menggunakan gas cukup banyak selain listrik dan air. Oleh sebab itu jika semua hotel dan restoran sudah dijangkau PGN maka sangat membantu mengurangi biaya belanja gas. Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda dalam kesempatan itu juga mengungkapkan hal sama.

"Jika salah memasang (regulator) tabung gas ke kompor, bisa saja terjadi ledakan dan kebakaran. Apalagi jika tidak tepat dan tidak hati-hati. Karena itu, kami mengimbau agar masyarakat sekarang beralih ke jaringan gas (jargas). Untuk itu, pemda didukung pemerintah pusat juga sudah menggencarkan pemasangan dan pembangunan jargas untuk masyarakat di wilayah Palembang," ujar dia.

Sosialisasi penggunaan jargas juga terus dilakukan Pemkot Palembang dengan alasan lebih efisien dan aman.

"Lebih murah dibanding menggunakan tabung gas elpiji," ucapnya.

Kota Palembang pada 2019 ini sudah mendapat 17.000 sambungan jargas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dengan begitu, pemerintah pusat sudah mendukung penuh agar Kota Palembang menjadi daerah prioritas yang mendapat bantuan pembangunan dan pemasangan jargas di Indonesia.

"Masyarakat menengah kebawah kita utamakan menjadi penerima jargas ini. Ini dimaksudkan agar jargas bisa diperoleh dan dinikmati masyarakat. Bantuan pemasangan jargas ini juga digratiskan oleh pemerintah pusat. Artinya benar-benar dapat membantu masyarakat untuk mengefisienkan pengeluarannya," tambah Fitrianti.

baca juga: Peran Pemda masih Kurang Dalam Restorasi Gambut

Fitrianti menyebut, secara normal seharusnya untuk pemasangan jargas dikenakan biaya mulai Rp3 juta. Untuk metode pembayaran penggunaan gasnya nanti, masyarakat bisa menikmati gas dengan prabayar (sistem token).

"Benar-benar efisien, pemakaiannya bisa diatur oleh rumah tangga," ucapnya.

Saat ini pemasangan jargas dilakukan di 18 kecamatan di Palembang secara serentak. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More