Selasa 10 Desember 2019, 07:40 WIB

Saatnya Garuda Juara Lagi

Budi Ernanto Laporan dari Manila | Sepak Bola
 

SUDAH hampir tiga dekade rakyat Indonesia ­menunggu medali emas dari ­cabang sepak bola di SEA Games. ­Setelah terakhir kali ­mendapatkannya pada 1991 di Manila, ­Filipina, inilah saat skuad ‘Garuda Muda’ mengulangi prestasi itu dengan menundukkan Vietnam di final, hari ini.

Partai final ini seperti deja vu buat Indonesia sebab laga itu bakal digelar di ­Stadion Rizal Memorial, Manila, tempat timnas terakhir kali menyabet medali emas pada 28 tahun lalu.

Skuad besutan ­Indra Sjafri pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mereka siap memenuhi harap-an rakyat, tetapi tak menganggap ­harapan itu sebagai beban. “Kami akan fokus. Ini hanya final. Kenapa harus stres?” ujar Indra, kemarin.

Menurutnya, semua pemain dalam kondisi fit. Egy Maulana Vikri yang mengalami cedera ketika melawan Myanmar di semifinal juga telah pulih. Taktik dan strategi sudah pula dia siapkan berbekal evaluasi setelah kalah 1-2 dari Vietnam di fase penyisihan. Salah satunya soal ancaman bola mati lawan.

Indra bahkan telah memprediksi pasukannya bakal bertemu Vietnam di laga pamungkas. “Setelah kalah dari Vietnam, saat itu saya berkata, saya ingin bertemu Vietnam di final. Saya ingin Indonesia menang kali ini,” ucapnya.

Indra sadar Vietnam juga sangat berambisi menang karena mereka belum pernah mendapatkan emas di SEA Games meski sudah lima kali ­mencapai final. “Jadi, pertandingan nanti akan sangat menarik.”

Pelatih Vietnam Park Hang-seo mengakui final ini akan berat karena Indonesia punya mental yang sangat bagus. Namun, timnya yang juga punya karakter kuat dan agresif sudah siap memenangi pertarungan.

“Selangkah lagi kami akan menjadi juara. Saat ini, seluruh rakyat Vietnam, pelatih, dan pemain akan ­mempertaruhkan segalanya untuk bisa meraih medali emas,” tegas Park Hang-seo. (X-8)   

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More