Selasa 10 Desember 2019, 05:00 WIB

Kukuhkan Predikat Raja Jalan Cepat

Ykb/R-1 | Olahraga
Kukuhkan Predikat Raja Jalan Cepat

Juni Kriswanto / AFP
Hendro Yap

HENDRO Yap kembali menunjukkan dominasinya di cabang atletik nomor jalan cepat 20 kilometer putra SEA Games. Tahun ini, atlet berusia 29 tahun tersebut kembali menjadi yang terbaik di pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Dalam lomba yang berlangsung di New Clark Athletic Stadium, Clark, Filipina, kemarin, Hendro menjadi yang terbaik. Ia menjadi yang tercepat menyentuh garis finis dengan catatan waktu 1 jam 31 menit 20 detik.

Catatan waktu tersebut sekaligus mempertajam rekor SEA Games atas namanya sendiri. Pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Hendro mencatat rekor 1 jam 32 menit 11,27 detik.

“Badan saya kurang enak sebelum lomba. Tadi saya berusaha menahan kecepatan dan tidak memberikan kesempatan lawan untuk naik,” ujar Hendro.

Baginya, emas kali ini menjadi yang keempat di SEA Games. Sejak pertama kali merebut emas jalan cepat 20 kilometer SEA Games 2013 Myanmar, Hendro belum pernah terkalahkan. Pencapaian itu membuat Hendro pantas mendapat julukan rajanya jalan cepat Asia Tenggara.

Namun, pencapaian di SEA Games 2019 sepertinya tidak menjamin Hendro tetap bertahan di timnas atletik Indonesia. PB PASI, selaku induk organisasi olahraga atletik di Indonesia, lebih menekankan pembinaan atlet usia muda.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas pembinaan yang diberikan PASI selama ini kepada saya. Setelah ini saya akan di coret dari pelatnas atletik,” tutur Hendro.

Meski namanya kemungkinan besar bakal dicoret PB PASI dari pelatnas, hal itu tidak menyurutkan semangat Hendro untuk terus menekuni olahraga yang telah membesarkan namanya. Ia menegaskan akan tetap berlatih walau tidak lagi menghuni pelatnas dan memfokuskan diri untuk turun di nomor jalan cepat 50 kilometer.

“Pasti belum puas dan saya akan melanjutkan latihan saya untuk tahun depan agar terus lebih baik,” ujar Hendro. (Ykb/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More