Senin 09 Desember 2019, 21:50 WIB

Polisi Ledakkan Tas yang Dicurigai Bom di Palembang

Dwi Apriani | Nusantara
Polisi Ledakkan Tas yang Dicurigai Bom di Palembang

MI/Dwi Apriani
Polisi meledakkan tas yang dicurigai bom di Palembang.

 

TEROR bom menghantui perumahan warga di Palembang, Senin (9/12), Gegana Satuan Brimob Polda Sumatra Selatan meledakkan sebuah tas berwarna hitam yang diduga berisi bom. Penemuan tas yang diduga bom ini sempat meresahkan warga Jalan Sederhana, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, Palembang.

Kabid Humas Polda Sumsel, Komisaris Besar Pol Supriadi membenarkan peritiwa tersebut. Menurutnya, penemuan tas yang diduga berisi bom tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga Andri Junaidi, 47. Andri mengaku mengetahui ada tas mencurigakan di halaman rumahnya.

"Tas itu pertama kali ditemukan anak pelapor, yang kemudian memberitahukan orangtuanya. Lalu saat Andri mencoba melihat isi tas tersebut menggunakan sebuah pipa, terlihat gulungan kabel, baterai, dan sejumlah bungkusan mencurigakan," katanya.

Ia menjelaskan, Andri yang khawatir barang tersebut merupakan bom kemudian melaporkannya ke polisi, untuk kemudian tim dari Gegana Brimob Sumsel melakukan penyisiran di lokasi serta mengamankan tas tersebut.

"Tas itu langsung diledakkan. Akan tetapi hasil pemeriksaan barang yang ada di tas itu bukanlah bom sepeti yang dikhawatirkan, melainkan sebuah pipa yang digulung dengan kabel, seolah menyerupai bom," katanya.

Menurutnya, berdasarkan hasil keterangan dari pelapor, malam sebelum kejadian tersebut, anaknya sempat didatangi seseorang yang tidak dikenal dan mengancam akan melakukan teror terhadap keluarganya. Selain itu, rumah orangtua pelapor juga sempat dilempari dengan bom molotov.


Baca juga: Tinjau Brexit, Kakorlantas Minta Pemudik tak Paksakan Perjalanan


Tak hanya itu, kata Supriadi, anak dari pelapor ini juga sempat diadang oleh empat orang tidak dikenal saat tengah berkendara menggunakan sepeda motor dan menanyakan alamat rumah baru tantenya.

Saat itu, pelaku tersebut memaksa membuka jok motor dan mengambil amplop berisi uang pecahan dolar serta kunci motor anaknya.
"Sejumlah kejadian itu sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian," katanya.

Supriadi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara diketahui aksi teror yang terjadi itu, diduga ditujukan kepada saudara pelapor yang memiliki permasalahan mengenai uang perjalanan umrah sejumlah jemaah.

"Petugas saat ini masih mendalami kasus ini agar identitas pelaku teror dapat segera terungkap," katanya.

Atas kasus ini, Supriadi juga mengapresiasi peran masyarakat yang segera melapor atas kejadian atau penemuan benda-benda mencurigakan.

"Kami minta masyarakat tidak panik, dan segera lapor jika ada penemuan benda yang mencurigakan," tandasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More