Senin 09 Desember 2019, 21:12 WIB

Rumah Harapan Itu Bernama Komnas HAM

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
Rumah Harapan Itu Bernama Komnas HAM

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan), didampingi Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ahmad Taufan Damanik (kedua dari kanan)

 

MANTAN Wakil Presiden Try Sutrisno terlihat mengangkat dua tangan sebatas kepala dengan jemari yang terbuka. Belum tampak begitu tua, wajahnya masih terlihat segar dengan sedikit rambut putih menghiasi kepala. Dari mulutnya masih tertangkap tanda ia sedang berargumen ketat. Di sebelah kiri, Kepala Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI Mayjen Timur P. Manurung menunjukkan raut serius.

Foto itu diambil 18 tahun lalu. Saat itu, Jenderal (purn) TNI Try Sutrisno menjawab pertanyaan wartawan di Komnas HAM terkait kasus kerusuhan Tanjung Priok. Foto tersebut menjadi salah satu yang dipamerkan dalam Pameran Foto dalam rangka Hari HAM Internasional di Kantor Komnas HAM Jakarta (12/9).

 

Baca juga: Komnas HAM Ingatkan Jokowi soal Penyelesaian Pelanggaran HAM

 

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM Mohammad Choirul Anam mengungkapkan bahwa foto yang dipamerkan adalah foto yang diambil dalam kurun 25 tahun. Foto itu merekam geliat Komnas HAM dalam perjalanan negara Indonesi dan mengambil bagian dari gerak kehidupan bangsa.

"Lihat dong fotonya. Kita merefleksikan diri bahwa HAM ini dalam kurun waktu yang sangat panjang ini. Ini kan foto-foto 25 tahun Komnas HAM, itu dinamika Komnas HAM dalam kehidupan bernegara itu penting," ujar Choirul Anam.

Choirul Anam mengenang saat Komnas HAM begitu didengar dan dihargai. Siapapun yang dipanggil Komnas HAM bakal hadir. Tidak peduli seorang pejabat maupun jenderal. Ia mencontohkan foto Jenderal (purn) TNI Try Sutrisno yang datang ke Komnas HAM terkait tragedi Tanjungpriok 12 September 1984.

"Kalau dulu, orang dipanggil sama Komnas HAM, jenderal siapapun datang. Coba lihat di situ ada Pak Tri Sutrisno, di situ ada Pak LB Moerdani, yang dulu sangat ditakuti. Dipanggil datang untuk menyelesaikan pelanggaran HAM yang berat, minta keterangan macam-macam," tandasnya.

 

Kenangan itu hanya kenangan. Tradisi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia sudah tidak ada lagi saat ini. Yang tersisa hanya foto yang dipamerkan dalam bingkai putih.

"Sekarang tradisi itu tidak ada. Itu yang kami ingin merefleksikan kembali dengan foto-foto," tambahnya.

Selain mengenang masa lalu, Choirul Anam juga menegaskan bahwa foto yang dipamerkan itu juga merefleksikan Komnas HAM sebagai rumah bersama dan rumah harapan.

"Perlu diingat dan ini merefleksikan kita semuanya, tidak hanya eksternal, tapi juga internal. Komnas itu rumah harapan, ya kan?" ujarnya menegaskan lewat lontaran pertanyaan.

Menurutnya, Komnas HAM sebagai rumah harapan bagi siapapun. Tidak peduli latar belakang, jabatan suku, agama, maupun orientasi seksual. Semua yang merasa diperlakukan tidak manusiasi boleh datang dan menaruh harapan di Komnas HAM.

"Semua orang bisa masuk ke sini. Mau dia dari background agama, mau orientasi seksual, mau backround apapun. Ketika hak asasinya terlanggar, dia datang ke sini. Jadi korban-korban ini sebenarnya, foto-foto korban yang tidak hanya korban yang masyarakat sipil, masyarakat kelas bawah. Ada juga foto-foto korban yang dia pejabat, dia pegawai pemerintah. Dia datang ke sini karena memang perlakuan yang tidak manusiawi," tandasnya. (OL-8)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

Ketua KPK Benarkan Edhy Prabowo Ditangkap

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 25 November 2020, 08:58 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri dalam pesan singkat membenarkan bahwa K{K menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Terminal 3...
MI/MOHAMAD IRFAN

Istri Edhy Prabowo Disebut Ikut Terjaring OTT KPK

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 November 2020, 08:49 WIB
Saat ini, Edhy bersama beberapa orang yang ditangkap telah berada di Gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Firli Janji Ungkap Detail OTT di KKP

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 25 November 2020, 08:43 WIB
KPK menggelar OTT pada Rabu (25/11) dini hari. Beberapa pejabat KKP telah dibawa ke markas Gedung Merah Putih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya