Sabtu 07 Desember 2019, 21:10 WIB

Sekolah Harus Mampu Menumbuhkan Talenta Para Siswanya

mediaindonesia.com | Humaniora
Sekolah Harus Mampu Menumbuhkan Talenta Para Siswanya

Istimewa
Open House dan Seminar Pendidikan yang diselenggarakan Sekolah Bakti Mulya 400 di Jakarta, Sabtu (7/12).

 

SEKOLAH sebagai pusat kegiatan belajar dan mengajar tidak hanya bagian dari transfer ilmu atau pelajaran dari guru kepada para muridnya. Namun di era pendidikan modern, sekolah harus memberi ruang untuk menumbuhkan talenta para murid baik akademik mauun non-akademik.

“Sekolah sekarang ini harus menyesuaikan iklim pendidikan yang sedang aktual. Sekolah ini mengembangkan semua potensi anak baik akademik maupun non-akademik,” kata Direktur Sekolah Bakti Mulya 400, Dr.Sutrisno Muslimin, pada acara Open House Sekolah Bakti Mulya di Gedung SMP Bakti Mulya 400,  Jakarta Selatan, Sabtu (7/12).  

Sutrisno menjelaskan dengan Nadiem Makarim ditunjuk Menteri Pendidikan, akan banyak perubahan mendasar yang segera diterapkan dalam pendidikan.

“Dalam lingkup internasional, bangsa kita disadarkan oleh data PISA (The Programme for International Student Assessment) atau Program Penilaian Pelajar Internasional bahwa rata-rata kemampuan siswa Indonesia dalam bidang membaca, matematika dan sain masih sangat rendah,” kata Sutrisno.

Menurut Sutrisno, kedua masalah tersebut telah direspons dengan kebijakan penataan struktur program pendidikan dan investasi human capital di Bakti Mulya 400.

“Karena itu, dalam sasaran belajar, siswa perlu diperkuat karakter moral dan karakter kinerja agar mereka tangguh dan penuh integritas. Pembelajaran juga menerapkan skills abad ke-21 yang banyak menerapkan kolaborasi, komunikasi, kreativitas dan berpikir kritis,” papar Sutrisno.

Menurut Sutrisno, sekolah harus menghargai keberagaman potensi belajar maka setiap siswa bisa mendapatkan customize pembelajaran sesuai kebutuhan, minat, dan bakatnya.

“Karena itu di sekolah perlu mengadopsi sistem kredit semester, silabus Cambridge, bilingual, beragam pengembangan diri berbentuk kegiatan ko dan ekstrakurikuler,” jelasnya.

Untuk menambah wawasan pendidikan, acara Open House Sekolah Bakti Mulya 400 juga diselenggarakan seminar dengan tema ‘Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia’ menghadirkan pembicara Dr Haidar Bagir.

Haidar Bagir  mengungkapkan bahwa manusia tak sekedar perlu sukses, namun yang paling penting adalah meraih bahagia atau meaningful success. Kanera itu, pembelajaran di sekolah perlu memasukkan unsur moralitas, imajinasi, dan spiritualitas sebagai hidden curriculum.

“Harapannya kesuksesan yang diraih siswa akan berdampak kepada kebahagiaan diri sendiri dan lingkungannya,” kata Haidar.

Haidar menilai Sekolah Bakti Mulya 400 mengambil peran untuk menjadi sekolah yang mengembangkan keberbakatan siswa. Dengan begitu, sekolah yang berkeyakinan seberapapun kemampuan siswa dapat dikembangkan secara optimal.

“Sekolah yang merdeka belajar dibimbing guru penggerak belajar dalam suasana optimistis dan bahagia,” katanya.

Dalam acara Open House yang dihadiri para orang tua siswa dan calon siswa baru tersebut diisi atraksi siswa, paparan program sekolah, dan seminar pendidikan.  Atraksi yang ditampilkan pada kegiatan ini di antaranya tahfiz surat pendek Al Quran (siswa TK), tahsin ayat- ayat Al Quran (siswa SMP SMA), tari Nusantara (siswa SMP), paduan suara (siswa SD), dan solo vocal (siswa SMA).

Tampilan yang tak kalah menarik juga terlihat pada English Dialogue yang menampilkan Laila, Laras, Denise, Raina, Kido dan Elora. Dialog yang dipandu oleh Mr Ariel, guru native speaker. Mereka berenam adalah siswa kelas 6 SD Bakti Mulya 400.

Dalam dialog interaktif bahasa Inggris tersebut mereka menceritakan tentang kegiatan belajar di sekolah yang menantang, menyenangkan, dan dalam suasana hangat dibawah bimbingan para guru. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More