Minggu 08 Desember 2019, 18:45 WIB

Warga Kian Resah, Kasus Narkoba di Sidrap Tak Habis-habis

mediaindonesia.com | Nusantara
Warga Kian Resah, Kasus Narkoba di Sidrap Tak Habis-habis

Ilustrasi/Medcom
Ilustrasi pengedar narkoba ditangkap.

 

PERSOALAN narkotik dan obat terlarang (narkoba) di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), bukan lagi menjadi rahasia umum dan tak kunjung terselesaikan. Bertahun-tahun, setidaknya dalam 11 tahun terakhir, Sidrap bisa dikatakan tekah menjadi ‘lumbung narkoba’.

Kasus terbaru yang diungkap polisi adalah tertangkapnya Herman, pria yang bekerja sebagai petani karena memiliki ribuan butir pil ekstasi. Ia diciduk polisi bersama salah satu kurir pil ekstasinya.

Dari tangan kedua pelaku yang berprofesi sebagai petani, diamankan 1.000 pil ekstasi jenis Kodok dan Superman yang dipesan polisi yang menyamar sebagai pembeli.

"Dia bersama salah satu kurirnya diamankan saat anggota melakukan penyamaran sebagai pembeli yang memesan ekstasi," terang Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Andi Sofyan, di Sidrap, Sulsel, pada Minggu (8/12).

"Satu pil ekstasi dijual seharga Rp500 ribu sehingga disepakati saat transaksi uang sejumlah Rp500 juta. Pergerakan pelaku sudah lama kita incar," sambung Sofyan.

Saat ini, kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Satnarkoba Polres Sidrap guna penyelidikan lebih lanjut. "Kita juga masih mendalami jaringan-jaringan dan asal muasal barang haram ini," kunci Sofyan.

Kasus tertangkapnya pengedar dan bandar narkoba di Sidrap bukanlah pertama kali. Sebelumnya, pada Mei 2019, aparat menangkap bandar narkoba bernama Agus Sulo alias Lagu,37, beserta kurirnya yang bernama Syukur. Keduanya ditangkap di wilayah Rappang, Kelurahan Lalebbata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap.

Bahkan Agus Sulo ternyata bukan bandar narkoba biasa. Ia termasuk dalam sindikat jaringan internasional peredaran narkoba yang berbasis di Malaysia. Bandar narkoba ini pun memiliki aset miliaran rupiah dari pabrik hingga mobil mewah hasil berdagang barang haram dan pencucian uang (money laundering).

Dengan tertangkapnya para bandar narkoba, masyarakat berharap jaringan Sidrap yang sudah bisa dikategorikan mafia narkoba akan segera diberantas hingga ke akar-akarnya.

Masyarakat pun berharap di era kepeminpinan Bupati H Dollah Mando, Kabupaten Sidrap bisa segera menghilangkan stigma lumbung narkoba dengan kembali menjadi lumbung beras di Sulawesi Selatan.

Sorotan pada kasus narkoba di Sidrap sejatinya juga telah dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan pada Agustus 2018, ketika Sidrap masih dipimpin Rusdi Masse sebagai bupati. Kala itu, BNNP Sulsel mengeluhkan keseriusan Pemkab Sidrap dalam memberantas jaringan narkoba. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More