Senin 09 Desember 2019, 23:00 WIB

Meksiko Tolak Proposal Dagang AS

AFP/Hym/I-1 | Internasional
Meksiko Tolak Proposal Dagang AS

Johannes EISELE / AFP
Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard

 

MEKSIKO tidak akan menerima proposal Amerika Serikat (AS) terkait dengan produksi baja dan aluminium di bawah kesepakatan perdagangan baru.

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, menyebut proposal AS itu akan membuat Meksiko pada posisi yang kurang menguntungkan.

Dalam pertemuan dengan para senator untuk membahas perincian perundingan untuk perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), Ebrard mengatakan AS mengusulkan 70% baja untuk produksi mobil berasal dari wilayah Amerika Utara itu.

“Proposal tersebut akan menempatkan Meksiko pada kerugian yang sangat besar,” kata Ebrard. Itu karena mobil yang diproduksi di Meksiko juga menggunakan komponen yang dibuat di Brasil, Jepang, dan Jerman.

Ebrard mengatakan, delegasi Meksiko akan meminta pada pertemuan perwakilan traktat berikutnya agar ketentuan itu mulai berlaku lebih dari lima tahun setelah dimulainya pakta perdagangan ketimbang segera saat ini juga.

Meksiko juga tidak akan menerima istilah apa pun untuk ketentuan aluminium karena mereka tidak memiliki sumber daya untuk memproduksi aluminium.

Meksiko merupakan pengekspor mobil terbesar di dunia karena berbagai me­rek, seperti General Motors, Nissan, Fiat-Chrysler, dan Volkswagen.

Komentar Ebrard muncul beberapa hari setelah setelah Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, tidak menerima proposal AS untuk mengawasi pelaksanaan reformasi tenaga kerja Meksiko di bawah USMCA.

Dalam upaya untuk memenuhi komitmennya di bawah perjanjian baru, yang ditandatangani pada November 2018, Meksiko telah menaikkan upah minimum dan meloloskan reformasi perburuhan untuk memberi serikat pekerja lebih banyak kekuatan.

Akan tetapi, kelompok-ke­lompok buruh AS dan oposisi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat telah menyuarakan skeptisisme atas kemampuan pemerintah Meksiko untuk menegakkan aturan baru. Hal itu telah menyebabkan proses ratifikasi yang berlarut-larut di AS. (AFP/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More