Senin 09 Desember 2019, 19:12 WIB

Laju Adopsi Teknologi Digital di Sektor Manufaktur Makin Pesat

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Laju Adopsi Teknologi Digital di Sektor Manufaktur Makin Pesat

Istimewa
Diskusi Digital Innovation in The Manufacturing Sector dalam Manufaktur Indonesia 2019 di Jakarta Internal Expo Kemayoran akhir pekan lalu.

 

Arief Rakhmatsyah, VP Product Management Cloud & UC Telkomtelstra menjelaskan, dalam Revolusi Industri 4.0 sektor manufaktur telah menggunakan internet of things (IoT) dan memanfaatkan banyak sensor di seluruh lini produksi.

Kehadiran sensor yang terhubung dengan IoT memungkinkan perusahaan manufaktur untuk mencapai efisiensi operasional, skalabilitas produksi, kegesitan, sekaligus meningkatkan produktivitas di saat peak season.

“Dengan banyaknya inovasi-inovasi dan dibutuhkan agility ketika harus men-develop banyak hal, itu lebih mudah kita melakukannya di-cloud dari pada perusahaan harus berinvestasi di data center yang besar, itu jatuhnya mahal,” papar Arief dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Senin (9/12).

Baca juga:Penolakan Investasi Pelayaran, Luhut: Kita Masyarakat Global

Karena itu, menurut dia, dibutuhkan solusi-solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Telkomtelstra sebagai cloud provider menyediakan sistem berbasis azure yang sangat lengkap dengan keunggulan end-to-end dari cloud hingga edge computing.

Rudi Rusdiah, Chaiman Asosiasi Big Data & AI Indonesia, menilai penggunaan artificial intelligence, machine learning, dan IoT yang marak di sektor manufaktur di Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan ke depan. Salah satu tantangan itu adalah sumber daya manusia (SDM) yang membutuhkan keahlian tertentu.

“Adopsi teknologi digital terbaru seperti artificial intelligence, machine learning, dan IoT makin tumbuh pesat di sektor manufaktur di Indonesia. Hal ini merupakan kelanjutan dari sistem otomasi di sektor manufaktur yang telah berkembang dari 10 tahun lalu, kemudian beralih ke arah efisiensi dan kegesitan dalam operasi,” ujarnya.

Sementara itu, Franky Christian, Chairman Aptiknas DKI Jakarta yang juga Sekjen Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah membuat INDI 4.0 yang menjadi indeks acuan untuk mengukur tingkat kesiapan industri manufaktur menuju Revolusi Industri 4.0.

Hasil sementara dari INDI 4.0, sebanyak 326 perusahaan manufaktur telah melakukan assessment dan bersiap untuk bertransformasi menuju Revolusi Industri 4.0.

Andrew Milroy, Head of Advisory Service Asia Pacific Ovum, juga menilai sektor manufaktur membutuhkan solusi teknologi digital untuk mengefisienkan operasional produksi sehingga lebih terukur dan sesuai permintaan pasar. (RO/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More