Senin 09 Desember 2019, 18:07 WIB

Ekonomi Global masih Muram, BI akan Turunkan Bunga Lagi

Mirza Andreas | Ekonomi
Ekonomi Global masih Muram, BI akan Turunkan Bunga Lagi

MI/MOHAMAD IRFAN
Ryan Kiryanto, Kepala Ekonom BNI

 

BANK Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi 2020 tak banyak berubah, berkisar 5,1% - 5,5%, karena situasi global yang masih suram. BI pun bersiap kembali turunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate jika diperlukan.

"Ekonomi global masih gloomy (suram). Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) tahun 2020 diproyeksi hanya 2% atau lebih rendah dibandingkan proyeksi 2019 sekitar 2,3% Tiongkok tahun depan juga diproyeksi 6% atau lebih rendah dibanding proyeksi tahun ini 6,3%. Situasi ini masih memengaruhi ekonomi secara global di tahun depan," papar Endy Dwi Tjahjono, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) Bank Indonesia, dalam diskusi dengan wartawan moneter di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Senin (9/12).

Semua negara, sambungnya, saat ini terus memantau perkembangan perang dagang AS-Tiongkok. Berbagai proyeksi terus dikoreksi lantaran maju-mundurnya rencana kesepakatan damai dua raksasa ekonomi dunia itu.

"Sempat muncul optimisme saat melihat adanya potensi kesepakatan damai AS-Tiongkok. Tapi mentah lagi jika melihat dukungan AS terhadap isu imigran dan demonstran di HongKong. Semua prediksi kembali dikoreksi. Ini jadi menurun dari 2018 yang tumbuh 3,6%, kini cuma 3,0%,” ujar Endy.

Kendati demikian, sambungnya, pertumbuhan ekonomi nasional di tahun depan masih tetap dibayangi optimisme. Besarnya jumlah konsumsi rumah tangga jadi tulang punggung menghadapi resesi ekonomi.

"Penopang ekonomi tahun depan masih mengandalkan konsumsi rumah tangga. Di tengah gloomy-nya ekonomi global akibat perang dagang AS-Tiongkok, konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah masih jadi andalan," terangnya.

Apalagi, kata Endy, pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 diproyeksikan sebesar 3,1% atau lebih tinggi dibanding tahun 2019 yang hanya 3%.

Namun jika ekonomi global tahun depan makin suram, lanjutnya, selaku pemegang otoritas moneter, BI akan kembali melonggarkan suku bunga acuan dengan tetap mempertimbangkan data-data ekonomi terbaru (data-dependent).

"Kalau mengatakan suku bunga masih turun, tetap data-dependent. Kalau memang perlu diturunkan, akan diturunkan. Stance masih longgar," ujarnya.

Sebagai catatan, BI sudah empat kali menurunkan suku bunga acuan sepanjang tahun 2019.

Bersikap wait and see

Di diskusi yang sama, Ryan Kiryanto, Kepala Ekonom BNI, mengatakan tahun depan dibayangi sikap pengusaha yang 'wait and see'.

"Itu bisa dipahami tapi tidak akan baik jika terlalu lama menunggu. Pasalnya negara-negara tetangga yang akan memanfaatkan peluang pertumbuhan di tengah perang dagang ini," ujarnya. Ryan mencontohkan Vietnam yang berhasil mengambil kesempatan itu. Kecepatan dan kelihaian negara tersebut dalam mereformasi birokrasi di bidang ekonomi berhasil menggaet investasi asing.

“Karena itu butuh dorongan juga dari pemerintah untuk meyakinkan pelaku usaha untuk berani investasi,” paparnya.

Reformasi birokrasi di bidang ekonomi, sambungnya, demi menaikkan peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia (Ease on Doing Business/EoDB). (OL-8)

Baca Juga

MI/Rommy Pujianto

Laporan Keuangan BI Tahun 2019 Raih Opini WTP dari BPK

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 27 Mei 2020, 07:00 WIB
Opini WTP itu diketahui telah dicapai selama 17 tahun terakhir secara...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Bursa Bergairah Sambut New Normal

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 27 Mei 2020, 06:20 WIB
Perlu ada redesain perekonomian Indonesia pasca-pandemi covid-19 ini berlalu dengan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan,...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Cegah Rugi, Harga BBM tidak Diturunkan

👤Ant/E-3 🕔Rabu 27 Mei 2020, 06:05 WIB
PT Pertamina memiliki sejumlah alasan tidak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) di saat harga minyak dunia mengalami penurunan serta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya