Senin 09 Desember 2019, 17:32 WIB

RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama Bukan Hanya untuk Islam

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama Bukan Hanya untuk Islam

MI/Susanto
Anggota Baleg DPR, Yandri Susanto

 

BADAN Legislasi DPR (Baleg) menyertakan RUU Perlindungan Tokoh dan Simbol Agama dalam Prolegnas Prioritas 2020. Menanggapi hal itu, DPR menegaskan bahwa nantinya RUU tersebut tak hanya akan menaungi perlindungan pada tokoh dan simbol agama Islam, tetapi seluruh agama di Indonesia.

"Semua agama. Kemarin waktu saya rapat di Baleg itu bahwa simbol agama itu ya semua agama. Tidak hanya Islam," ujar Anggota Baleg DPR, Yandri Susanto, di gedung DPR, Jakarta, Senin, (9/12).

Ia mengatakan lahirnya RUU tersebut berangkat dari beberapa fenomena yang terjadi beberapa tahun terakhir yang melibatkan tokoh-tokoh agama. DPR menampung hal itu dengan penetapan usul itu sebagai RUU usulan DPR.

"UU kan sifatnya dinamis. Dulu mungkin gak terpikirkan, kayak UU pertahanan dari tahun 60 baru ini mau direvisi. RKUHP sudah 50 tahun baru kini mau direvisi. Jadi DPR dan pemerintah menampung itu," ujar Yandri.

Dalam perjalanannya nanti, akan ada perdebatan dan pembahasan lebih dalam, DPR akan mengundang seluruh stakeholder terkait untuk melakukan pendalaman.

"Kita akan undang semua stakeholder yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam UU itu. Misalkan, pandangan masyarakat terhadap kenapa sih cuma simbol agama yg dilindungi? Kami gimana?," ujar Yandri.

Senada dengan Yandri, Anggota Baleg DPR RI Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf, mengatakan peran tokoh agama sangat penting dan harus difasilitasi oleh perlindungn hukum negara. Tidak boleh terkendala persekusi, penghadangan, intimidasi oleh siapapun di lapangan agar peran mereka maksimal.

Pendidikan formal dianggap tidak akan cukup. RUU tersebut dibuat untuk melindungi para tokoh agama secara khusus.

"Karena mereka adalah orang yang rentan mendapatkan ancaman baik fisik maupun non fisik maupun kriminalisasi, intimidasi karena ketidaksetujuan orang lain atas dakwah atau ajaran yang mereka sampaikan. Jadi penegak hukum punya dasar hukum dan keberpihakan yang jelas mana pihak yang harus mereka lindungi jika ada penolakan," ujar Almuzzammil.

Perlindungan tokoh agama dalam RUU tersebut nantinya diharapkan akan memuat aturan hukum yang mencegah penghadangan, intimidasi, dan persekusi kepada ulama, dan para tokoh agama-agama di Indonesia.

"Tokoh agama yang kami maksud adalah setiap pemuka agama di Indonesia yang mengajarkan nilai-nilai agama dan berceramah di hadapan masyarakat luas. Jadi tokoh agama disini tidak hanya pendakwah yang beragama Islam, tapi juga pemuka agama yang diakui di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, perlindungan simbol agama-agama yang dimaksud dalam RUU tersebut adalah setiap bentuk kitab suci, citra, gambar atau tulisan yang berisi kalimat tauhid, salib, lambang lambang agama yang ada di Indonesia, gambar atau tulisan yang bermakna Tuhan, dan seluruh rumah-rumah Ibadah.(OL-4)

Baca Juga

Antara

Pemerintah Harus Tetapkan Kriteria Terkait Revisi PP Hak Narapida

👤Emir Chairullah 🕔Rabu 01 April 2020, 23:33 WIB
Pemerintah diminta tidak menyelipkan agenda terselubung dalam proses asimilasi narapidana akibat pandemi...
Dok MI

Perppu Harus Akomodasi Anggaran Penundaan Pilkada

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 01 April 2020, 22:57 WIB
Dijelaskannya, dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 sejumlah daerah sempat mengalami kekurangan anggaran. Bahkan ada daerah yang terlambat...
Antaranews.com

90 Menit ke Depan, Indonesia Tutup Pintu bagi WNA

👤Antara 🕔Rabu 01 April 2020, 22:31 WIB
Peraturan tersebut dituangkan dalam Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya