Senin 09 Desember 2019, 13:03 WIB

Teken Kerja Sama dengan KAI, Dishub DKI akan Tata Stasiun

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Teken Kerja Sama dengan KAI, Dishub DKI akan Tata Stasiun

MI/Pius Erlangga
Kadishub Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo (kanan) bersama Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusuf (kiri)

 

DINAS Perhubungan DKI Jakarta akan segera melakukan penataan kawasan stasiun-stasiun di Jakarta. Penataan ini baru bisa dilakukan usai ditandatanganinya Head of Agreement antara PT KAI dengan PT MRT Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut ada beberapa tugas yang harus dilakukan baik KAI maupun MRT Jakarta sebagai bagian dari kerja sama ini.

Namun, tugas yang paling mendesak adalah penataan stasiun. Syafrin menyebut kebutuhan penataan stasiun sangat mendesak. Sebab, tidak adanya penataan membuat kawasan stasiun menjadi semrawut. Sementara, pihaknya selama ini belum bisa melakukan penataan karena terbatas kewenangan.

"Setelah MoU ini, yang mendesak kita akan lakukan bersama-sama, sehingga antara jalan rel dalam konteks KRL akan ada integrasi utuh dengan layanan angkutan jalan. Apakah itu terkait dengan Trans-Jakarta, JakLingko di sana atau angkutan daring. Ini akan kita sinergikan sehingga dalam waktu mendesak ada penataan," ujar Syafrin di Balai Kota, Senin (9/12).

Pihaknya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk menata lalu lintas di sekitar kawasan stasiun. Ia mencontohkan pergerakan orang di Stasiun Tanah Abang sudah mencapai 100 ribu orang dan belum tertata. Sehingga menyebabkan lalu lintas sangat macet terutama di jam sibuk.

Baca juga: Stasiun Bekasi bakal Direvitalisasi Jadi Stasiun Modern

Sebab, penumpang kerap keluar dan lebih memilih menggunakan angkutan daring. Sementara itu, penempatan bus miktrotrans Trans-Jakarta yang sudah ada kurang digunakan secara maksimal.

"Tanah Abang di pagi atau sore langsung go green. Go green karena padat angkutan online di sana. Ini yang akan kita tata. Termasuk ada prioritas untuk Trans-Jakarta dan di beberapa titik lainnya di Senen, Gondangdia dan Juanda. Ini jadi target jangka mendesak yang kita lakukan penataan," ungkapnya.

Untuk ke depannya, Syafrin menjanjikan adanya integrasi dari segi tiket. Ini sedang dikaji dan ditargetkan akan segera terealisasi tahun depan. Sehingga tiket jelajah MRT juga bisa digunakan di moda KRL dan sebaliknya.

Sebelumnya, hari ini, Senin (9/12), PT KAI dan PT MRT Jakarta melakukan penandatanganan Head of Agreement untuk membentuk satu perusahaan baru. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pengelolaan integrasi trasnportasi Jabodetabek berbasis rel.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More