Senin 09 Desember 2019, 11:34 WIB

Dompet Dhuafa Turut Entaskan Kemiskinan dengan Bantu Usaha

Deri Dahuri | Humaniora
Dompet Dhuafa Turut Entaskan Kemiskinan dengan Bantu Usaha

Istimewa
Dompet Dhuafa menyelenggarakan diskusi Indonesia Poverty Outlook 2020 di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta, Senin (9/12).

 

BERDASARKAN data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta jiwa atau sekitar 9,82% dari total penduduk.

Jumlah tersebut berkurang 530 ribu jiwa dibandingkan posisi September tahun lalu dan menyusut 805 ribu jiwa dibandingkan posisi Maret tahun lalu.

Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa (DD) Imam Rulyawan mengatakan, orang miskin saat ini lebih banyak di perdesaan (12%) jika dibandingkan dengan yang di perkotaan (6%). Karena itu, DD menjalankan strategi pemberantasan kemiskinan dengan masuk ke desa-desa.

Upaya itu dijalankan DD salah satunya lewat program menjadikan para penerima zakat menjadi pemberi zakat. Caranya dengan meningkatkan kapasitas para penerima manfaat dan menaikkan usaha skala rumah tangga ke level industri.

"Kita siapkan konsep dari hulu sampai hilir, mulai dari produksi, pemodalan, pendampingan, sampai dengan hilirnya yaitu market dan pabriknya kita sediakan," ujar Imam dalam acara 'Poverty Outlook 2020, Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pertumbuhan Ekonomi', Jakarta, Senin (9/12).

DD mengelola lahan seluas 10 hektare di daerah Subang, Jawa Barat, yang ditanami buah naga, nanas, jambu kristal, avokado, dan pepaya. Mereka juga mengelola pabrik kopi di Parung, Bogor, yang menghasilkan produk kopi kemasan.

Ia menyatakan DD menargetkan untuk membangun 10 lokasi sentra produksi serupa, termasuk mengembangkan sentra ternak kambing dengan target 450 ekor di 2019. Lokasi yang dipilih di antaranya Cirebon, Purwakarta, dan Serang.

Imam menegaskan salah satu penyebab utama masalah kemiskinan di Indonesia adalah korupsi. DD pun berkomitmen dengan membentuk pusat belajar antikorupsi (PBAK). Organisasi nirlaba terkemuka ini bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2016 untuk mengembangkan literasi antikorupsi di tengah masyarakat.

"Bahkan kami bekerja sama dengan beberapa kementerian dengan KPK melakukan program-program bagaimana sejak dini kita menyosialisasikan antikorupsi," terangnya.

Beraneka ragam situasi dan kondisi ekonomi yang melanda negeri, mendorong DD menyelenggarakan diskusi Indonesia Poverty Outlook 2020 bertempat di Auditorium Adhiyana Wisma Antara, Jakarta, Senin (9/12).

Tema yang diangkat yaitu Peta Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pertumbuhan Ekonomi (Pro-Poor City Index).

Inisiator dan Ketua Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi, menyatakan peran Dompet Dhuafa selama 26 tahun berdiri, dalam pengentasan kemiskinan.

“Melihat pengentasan kemiskinan harus berarti pemberdayaan orang miskin (kaum dhuafa). Untuk itu, perlu debirotikrasi, efisiensi, dan kemandirian,” ujar Parni Hadi.

“Dompet Dhuafa dalam menerapkan kegiatannya melakukan profetik filantropreneur (prophetic philanthropreneur) yang dijabarkan dalam prophetic socio-technopreneurship (wirausaha sosial profetik) untuk memutus lima lingkaran kemiskinan.

Salah satunya dengan program Dari Desa, Demi Desa yang merupakan percikan gagasan untuk memakmurkan desa, tempat bermukim mayoritas orang miskin di  Indonesia.

Data kajian Lembaga Think Tank bentukan Dompet Dhuafa, IDEAS menyatakan pertumbuhan garis kemiskinan yang rendah sepanjang 2016-2019.

Di satu sisi, hal tersebut menggambarkan keberhasilan pengendalian harga komoditas kebutuhan pokok, namun di saat yang bersamaan juga menggambarkan kenaikan pengeluaran rumah tangga miskin yang dipicu oleh bantuan sosial.

Dalam 4 tahun terakhir (Maret 2015-Maret 2019), sekitar 3,45 juta penduduk mampu keluar dari kemiskinan. Namun demikian, pencapaian ini lebih rendah dari target RPJMN yang mematok target angka kemiskinan 7%-8% pada 2019.

Namun, pemberantasan kemiskinan tidak mutlak menjadi tugas pemerintah saja. Lembaga sosial yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pun turut ambil bagian, salah satunya Dompet Dhuafa.

Sebagai lembaga yang mengelola dana Islam sosial (social Islamic fund), Dompet Dhuafa sangat konsen dalam upaya pemberdayaan kaum dhuafa, baik ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun pelayanan sosial kemasyarakatan. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More